Polda Kalsel Terjunkan Tim Pedas, Pelanggar Protokol Akan Disanksi Tegas

M Risanta - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 18:24 WIB
Polda Kalsel terjunkan Tim Pedas dalam mendukung Operasi Yustisi untuk penegakan protokol kesehatan (M Risanta/detikcom)
Polda Kalsel terjunkan Tim Pedas dalam mendukung Operasi Yustisi untuk penegakan protokol kesehatan (M Risanta/detikcom)
Banjarmasin -

Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Nico Afinta mengingatkan masyarakat untuk tertib menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Dia mengatakan Polda Kalsel akan menindak masyarakat yang kedapatan tak taat protokol kesehatan.

Aparat gabungan di Kalsel akan menggelar operasi yustisi sebagai tindak lanjut dari instruksi Pemerintah, Kapolri, dan Panglima TNI karena meningkatnya kasus COVID-19. Guna mendukung operasi khusus yustisi ini Polda Kalsel menerjunkan Tim Mobile Penegak Disiplin Kesehatan (Pedas).

"Sanksi tegas pidana akan diberikan kepada siapa pun yang melanggar Pergub No 66 tentang panduan tatanan masyarakat yang produktif dan aman COVID-19 serta 7 peraturan bupati/wali kota lainnya di Provinsi Kalsel. Bagi warga yang tidak disiplin dan tidak mematuhi protokol kesehatan," tegas Irjen Nico Afinta usai melepas langsung Tim Pedas, Senin (21/9/2020).

Operasi yustisi ini melibatkan personel Direktorat Samapta, Direktorat Lantas dan Polres jajaran Polda Kalsel yang bekerja sama dengan TNI, Satpol PP, dan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Polda Kalsel terjunkan Tim Pedas dalam mendukung Operasi Yustisi untuk penegakan protokol kesehatan (M Risanta/detikcom)(M Risanta/detikcom)

Operasi ini akan memfokuskan tiga sasaran yakni meliputi orang, tempat dan kegiatan. Petugas akan melakukan pengecekan siapa saja yang sedang melaksanakan isolasi mandiri di kediaman akibat terpapar COVID-19. Petugas juga akan menyasar tempat keramaian seperti pasar, terminal, penyeberangan feri ataupun tempat-tempat lainnya.

Dia mengatakan sanksi diberikan kepada pelanggar untuk memberi efek jera agar mematuhi protokol kesehatan. Dalam peraturan tersebut, jenis sanksi yang diberikan kepada pelanggar di antaranya sanksi sosial, denda, hingga sanksi pidana.

"Sanksi pidana penjara akan diberikan bagi siapapun juga yang tidak mematuhi peraturan wali kota/bupati tentang protokol kesehatan COVID-19, dan saya instruksikan kepada para Kapolres/Ta bahwa Polda Kalsel, TNI dan Satgas Penanganan COVID-19 akan bertindak tegas kepada siapa pun yang tidak patuh protokol kesehatan ini," ujarnya.

Polda Kalsel terjunkan Tim Pedas dalam mendukung Operasi Yustisi untuk penegakan protokol kesehatan (M Risanta/detikcom)(M Risanta/detikcom)

Dia mengatakan dengan mematuhi protokol kesehatan, berarti sama-sama menjaga diri sendiri dan menjaga orang lain. Kebersamaan dan pemahaman yang sama ini, lanjutnya, dapat menekan COVID-19.

"Kami pun mengingatkan kepada seluruh personelnya untuk terus selalu menjaga kesehatan dan keamanan diri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan seperti menggunakan masker, sarung tangan, dan menjaga jarak," pesan Nico saat memasang Rompi Tim Mobile PEDAS.

(jbr/jbr)