Kasus Corona Tertinggi di Kementerian, Kemenkes Ungkap Mayoritas Sudah Sembuh

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 15:14 WIB
Juru bicara penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (dok. BNPB)
Achmad Yurianto (dok. BNPB)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI memiliki jumlah kasus Corona tertinggi di antara kantor kementerian berdasarkan data klaster Corona yang diungkap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kemenkes mengungkap mayoritas pegawainya terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala, saat ini sebagian besar pegawai sudah sembuh.

"Sekarang yang masih kita suruh isolasi secara mandiri mungkin nggak sampai 10 orang. Selebihnya sudah sembuh dan sudah bekerja lagi," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto, dalam keterangannya di website resmi Kemenkes, Senin (21/9/2020).

Yuri mengatakan pegawai Kemenkes yang tertular COVID-19 paling banyak terjadi di luar kantor. Sebab, sebagian besar pegawai kemenkes diperbantukan di luar kantor, seperti di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), baik di Bandara Soekarno-Hatta maupun di Bandara Halim Perdanakusuma. Ada juga pegawai Kemenkes yang diperbantukan di RS Darurat Wisma Atlet yang menerima ribuan orang setiap hari untuk melakukan contact tracing.

Yuri mengatakan SOP telah dijalankan meskipun tetap memiliki risiko pekerjaan terpapar Corona. Misalnya pegawai Kemenkes yang bekerja di laboratorium, tidak pernah bertemu pasien, tapi bertemu dengan virusnya langsung. Petugas lab itu memeriksa spesimen lebih dari 1.000 setiap hari sehingga berisiko terpapar Corona.

"Ini adalah penyakit menular yang faktor pembawa penyakitnya adalah orang. Gambaran akhir-akhir ini sudah semakin terlihat bahwa kasus-kasus yang terkonfirmasi positif dari pemeriksaan swab itu sebagian besar bahkan ada yang memperkirakan 80% tanpa gejala. Inilah yang jadi problem, karena mereka tidak sakit," ungkapnya.

"Ini adalah risiko yang kita tanggung. Ini bukan tertular di kantor Kemenkes, di kantor Kementerian orangnya tinggal sedikit karena berada di pos-pos terdepan melaksanakan penanganan COVID-19," imbuhnya.

Yuri mengatakan Kemenkes menerapkan SOP ketat dalam menangani pandemi COVID-19. Pegawai yang boleh ditugaskan adalah yang tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Sedangkan SOP di kantor Kemenkes diharuskan penyemprotan disinfektan tiga kali dalam seminggu mencakup seluruh ruangan yang ada di kantor Kemenkes.

Tak hanya kantor, semua pegawai setelah melakukan tugas bergantian juga harus di-swab, termasuk Menteri Kesehatan, setelah melakukan kunjungan kerja ke daerah.

"Dengan swab yang banyak kita bisa temukan semua orang positif COVID-19 karena memang tujuan kami melakukan proteksi pada pegawai supaya mereka bisa terjaga betul kondisi fisiknya dan kinerja ya bisa maksimal," ucap Yuri.

Ia menambahkan pegawai Kemenkes banyak yang bertempat tinggal di Jabodetabek, yang setiap hari berangkat dari rumahnya dengan menggunakan berbagai moda transportasi sehingga risiko penularan bisa terjadi di mana saja.

Yuri menyebut pegawai Kemenkes yang positif COVID-19 penularannya tidak terjadi di kantor. Ia menyebut sekarang tidak ada lagi disebut klaster perkantoran, melainkan klaster Jabodetabek.

"Kontak tracing yang kita lakukan terhadap semua pegawai Kemenkes yang positif COVID-19 itu penularannya tidak terjadi di kantor. Sekarang ini tidak bisa lagi disebutkan klaster kantor, ini sudah klaster Jabodetabek," tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkap data sejumlah klaster Corona di kantor kementerian dan lembaga instansi pemerintah. Hasilnya, Kementerian Kesehatan RI memiliki jumlah kasus Corona tertinggi.

Dihimpun dari situs corona.jakarta.go.id, di Kementerian Kesehatan tercatat ada 139 kasus positif Corona. Angka ini terpaut cukup jauh dengan peringkat kedua, yakni Kementerian Perhubungan, dengan 90 kasus.

Klaster tertinggi berikutnya adalah Badan Litbangkes Kemenkes, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Hukum dan HAM. Masing-masing terdata memiliki 49 kasus, 42 kasus, dan 35 kasus.

Tonton video 'Menteri-menteri Jokowi yang Terpapar COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/imk)