Pakar Sebut Kasus Corona di Kemenkes Tertinggi karena Rajin Tracing-Testing

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 09:22 WIB
Epidemiolog UI Pandu Riono (Dok web situs FKM UI)
Epidemiolog UI Pandu Riono (Foto: dok. web situs FKM UI)
Jakarta -

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menjelaskan soal kemungkinan Kementerian Kesehatan memiliki sebaran kasus Corona tertinggi di antara kementerian lainnya. Pandu menilai Kemenkes memang rajin melakukan tes massal dibandingkan kementerian lainnya.

"Ya karena testing dan tracing-nya, beberapa kali dilakukan tes swab pada semua karyawan sehingga ditemukan lebih banyak," kata Pandu saat dihubungi, Jumat (18/9/2020).

Pandu menyebut Kemenkes rajin melakukan swab test massal terhadap pegawainya. Ini tidak dilakukan oleh kantor atau kementerian lainnya.

"Kalau kantor lain tidak melakukan tes massal," ucapnya.

Pandu pun menyebut semua kementerian sebenarnya memiliki risiko tertular yang sama. Dia memastikan temuan ini juga bisa terjadi pada kementerian lain jika tes swab dilakukan secara berkala.

"Semua kantor risikonya sama, hanya tes swab dilakukan pada semua karyawan ketika ada laporan beberapa yang terkena, sehingga ditemukan lebih banyak. Kalau dilakukan di kantor lain, mungkin bisa sama banyaknya," ujar Pandu.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkap data sejumlah klaster Corona di kantor kementerian dan lembaga instansi pemerintah. Hasilnya, Kementerian Kesehatan RI memiliki jumlah kasus Corona tertinggi.

Dihimpun dari situs corona.jakarta.go.id, di Kementerian Kesehatan tercatat ada 139 kasus positif Corona. Angka ini terpaut cukup jauh dengan peringkat kedua, yakni Kementerian Perhubungan, dengan 90 kasus.

Klaster tertinggi berikutnya adalah Badan Litbangkes Kemenkes, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Hukum dan HAM. Masing-masing terdata memiliki 49 kasus, 42 kasus, dan 35 kasus.

Tonton video 'Pemerintah Temukan 1.000 Lebih Klaster Corona di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/aud)