Sepekan PSBB Ketat DKI, Jumlah Penumpang KRL Turun Hingga 21%

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 12:50 WIB
Penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang (Luqman N Arun/detikcom)
Foto: Ilustrasi penumpang KRL. (Luqman N Arun/detikcom)
Jakarta -

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat adanya penurunan jumlah penumpang yang menaiki kereta rel listrik (KRL) selama Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. KCI menyebut penurunan penumpang mencapai 21 persen.

"Selama sepekan penerapan PSBB penuh di wilayah DKI Jakarta pengguna KRL tercatat mengalami penurunan. Apabila di pekan terakhir masa PSBB Transisi tercatat rata-rata pengguna mencapai 369.728 pengguna per hari, maka pada pekan pertama penerapan PSBB penuh hanya tercatat 298.385 pengguna per hari atau mengalami penurunan sekitar 21%," kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (21/9/2020).

Memasuki minggu kedua PSBB ketat, Anne mengatakan bahwa kondisi seluruh stasiun KRL pada Senin (21/9) kondusif. Jumlah pengguna pun menurun dibandingkan hari Senin pekan pertama PSBB total.

"Hingga pukul 07:00 pagi ini, jumlah pengguna KRL tercatat 61.488, berkurang 2% dibandingkan Senin pekan lalu pada kurun waktu sama yang berjumlah 62.497 penguna," sebutnya.

Sejumlah stasiun di luar wilayah DKI Jakarta mencatat adanya penurunan jumlah penumpang. Di antaranya Stasiun Citayam turun 11 persen menjadi 4.239 pengguna, Stasiun Bekasi turun 5 persen menjadi 3.276 pengguna dan Stasiun Depok turun 3 persen menjadi 2.942 pengguna. Di sisi lain, terdapat pula stasiun yang masih mencatat kenaikan penumpang.

"Beberapa stasiun mencatat ada peningkatan jumlah pengguna yaitu Stasiun Bogor (6.181 pengguna, meningkat 7%) dan Stasiun Rangkasbitung (2.142, meningkat 5%)," jelas Anne.

Selain itu, per Sabtu (19/9) lalu, KCI melakukan rekayasa pola operasi KRL. Kini, sehingga layanan KRL beroperasi sejak pukul 04.00 hingga pukul 20.00 WIB dengan kereta-kereta pemberangkatan pertama memasuki wilayah DKI Jakarta sekitar pukul 05.00 WIB dan kereta-kereta terakhir meninggalkan wilayah DKI Jakarta sekitar pukul 19.00 WIB.

"Dengan rekayasa operasi ini KCI menjalankan 933 perjalanan KRL per hari dari sebelumnya 975 perjalanan tiap harinya. Namun, rekayasa operasi ini tidak mengubah frekuensi perjalanan KRL pada jam sibuk pagi dan sore hari," tuturnya.

Terakhir, Anne memastikan penerapan protokol kesehatan COVID-19 di masing-masing stasiun akan tetap terjaga. Selain itu, saat ini pun KCI mewajibkan pengguna KRL untuk memakai masker tiga lapis atau masker kesehatan sekali pakai.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut PSBB transisi dan memberlakukan PSBB ketat. Pemberlakukan PSBB ini berlangsung pada 14 September 2020.

"Maka dengan melihat kedaruratan ini maka tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darurat sesegera mungkin," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Anies memilih untuk menarik rem darurat dan mengembalikan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Anies bersandar pada data-data yang menunjukkan kondisi virus Corona di Jakarta mengkhawatirkan.

"Dari 3 data ini, angka kematian, keterpakaian tempat tidur isolasi, keterpakaian ICU khusus COVID, menunjukkan bahwa situasi wabah di Jakarta ada dalam kondisi darurat," kata Anies.

Simak video 'Fakta-fakta Masker Scuba yang Tak Efektif Dipakai di KRL':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/ear)