PAN soal Seminggu PSBB Ketat DKI: Positivity Rate Tidak Turun dari 13%

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 07:39 WIB
Zita Anjani
Zita Anjani (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta telah memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama satu minggu. PAN DKI Jakarta menyoroti soal kondisi virus Corona (COVID-19) yang belum mereda.

"Selama penerapan PSBB total, sebetulnya kita bisa pantau terus perkembangannya melalui sosial media. Kalau menurut laporan dari akun Kogabwilhan, di Sabtu kemarin, penghuni tower 5 (RSD) Wisma Atlet itu terus bertambah, jumlah sebanyak 1.326 orang yang diisolasi sekarang," ucap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani saat dihubungi, Minggu (20/9/2020).

Selain itu, tingkat positif atau positivity rate kasus Corona di Jakarta belum turun. Menurut Zita, angkanya selalu di atas 13 persen.

"Kalau kita lihat di positivity rate-nya sepekan terakhir, di Ibu Kota masih belum stabil, angkanya tidak turun dari 13%, terkadang naik, terkadang turun. Belum kelihatan, memang harus agak lama baru bisa kelihatan hasilnya," ucap Penasihat Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta tersebut.

Meski masih belum ada tanda pandemi virus Corona di Jakarta turun, PAN masih mengapresiasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya, Anies dan jajarannya sudah bekerja dengan baik.

"Sejauh ini, pihak Pemprov sudah kerja maksimal, yang dibutuhkan adalah perhatian dan dukungan dari warga. Seperti taat dengan ketetapan-ketetapan Pak Gubernur, karena itu semua untuk kebaikan bersama," ujar Zita.

Zita juga menyoroti soal bantuan sosial yang dibagikan kepada masyarakat selama pandemi. Bentuk bantuan langsung tunai dirasa tidak ada masalah.

"Nominalnya disesuaikan dengan kebutuhan selama beberapa hari. BLT ini bukan hanya ke warga tapi ke Nakes kita sebagai pejuang di garda terdepan dan terbelakang," katanya.

Zita berpesan agar peraturan tidak boleh dikendurkan selama PSBB. Harus ada ketegasan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam mengawasi aturan.

"Saya pikir kali ini tidak tepat jika masih sosialisasi, atau pun sekedar peringatan saja. Karena ini bukan yang pertama, dan masyarakat sudah tahu aturannya. Jadi jika ada yang melanggar, itu bukan karena dia tidak tahu, tapi karena memang tidak peduli," kata Zita.

"Kami dari DPRD akan dorong terus PSBB ini kalau hasilnya belum maksimal, kita kerja bareng-bareng untuk hentikan mata rantai penyebaran di Ibu Kota," ucapnya.

(aik/isa)