119 Rumah Makan di DKI Langgar Aturan Makan di Tempat, 2 Perkantoran Ditutup

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 15:02 WIB
Indonesia Police Watch (IPW) mengembuskan peta bursa calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang bakal pensiun 6 bulan lagi. Siapa saja yang masuk bursa?
Irjen Nana Sudjana (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan sampai hari kelima Operasi Yustisi di DKI Jakarta tercatat sebanyak 30 ribu lebih warga melanggar protokol kesehatan. Ada ratusan rumah makan dan dua perkantoran yang ditutup karena melanggar protokol kesehatan.

"Selama lima hari akumulasi Operasi Yustisi teguran sudah sekitar 12.466 orang teguran dan lisan. Kemudian sanksi (kerja) sosial 17.385 orang, kemudian denda administrasi 852 orang. Total adalah 30.384 orang," ujar Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Untuk denda yang diperoleh dari Operasi Yustisi selama lima hari itu didapat lebih dari Rp 200 juta. Operasi Yustisi di DKI mulai digelar pada Senin (14/9).

"Nilai denda sampai saat ini Rp 238 juta," ucapnya.

Nana menerangkan pihaknya juga melakukan penutupan terhadap 119 rumah makan. Sebanyak 119 rumah makan tersebut melanggar aturan karena masih melayani makan di tempat atau dine in.

"Rumah makan, ada 119 rumah makan yang selama ini melakukan pelanggaran, yang harusnya take away tapi mereka masih menerima masyarakat untuk makan di tempat," katanya.

"Untuk perkantoran, ada dua perkantoran yang ditutup," ucap Nana.

(man/zak)