Round-Up

Puluhan Perusahaan Ditutup Pemprov DKI saat PSBB Ketat Baru Hitungan Hari

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 05:04 WIB
Jumlah pasokan ruang perkantoran di wilayah DKI Jakarta terus bertambah. Hal ini karena semakin banyaknya gedung perkantoran yang sedang dibangun.
Ilustrasi perkantoran di DKI Jakarta. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

PSBB ketat DKI Jakarta masih ditemukan pelanggaran. Baru empat hari penerapan PSBB setelah PSBB transisi, puluhan perusahaan ditutup Pemprov.

Setelah diputuskan DKI Jakarta kembali memberlakukan PSBB, Pemprov langsung membuat tim pengawas di perkantoran. Dan, memang dalam aturan PSBB ini pekerjaan di kantor hanya dibolehkan kapasitas 25 persen pegawai.

Aturan itu tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020. Jika tidak sesuai ketentuan, maka ada sanksi yang siap diberikan.

Soal tim pengawas perkantoran ini, Kadisnakertrans DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan ada 25 tim yang bertugas. Satu tim dapat mengawasi tiga perkantoran dalam satu hari.

Tim bentukan Disnakertrans DKI itu akan mengawasi pembatasan jumlah karyawan sesuai dengan kapasitas yang ditentukan, penerapan protokol kesehatan. Kemudian melakukan pengawasan apakah ada karyawan yang terpapar virus Corona atau tidak di perkantoran.

"Kita sekarang ini membentuk satu Sudin itu lima tim, di mana tim itu terdiri dari 4 orang. Jadi di DKI ada sekitar 25 tim. 25 tim itu per tim kita targetkan satu hari minimal bisa melakukan pengawasan tiga perkantoran," ujar Andri saat dihubungi, Senin (14/9).

Tim pengawas perkantoran ini pun menemukan sejumlah pelanggaran. Sampai hari keempat PSBB ketat DKI, secara total ada 23 perusahaan yang ditutup sementara.

"Monitoring dan pemeriksaan kepatuhan PSBB, 237 perusahaan yang disidak, 23 penutupan sementara," ujar Andri melalui keterangan tertulis, Jumat (18/9/2020).

Dia menjelaskan menjelaskan, dari 23 perusahaan yang ditutup itu, 14 di antaranya karena ada karyawan yang terpapar virus Corona. Dari ke-14 perusahaan itu, 6 berada di Jakarta Barat, 1 Jakarta Timur, 3 di Jakarta Selatan, 3 di Jakarta Utara, dan 1 di Jakarta Pusat.

"Perusahaan yang ditutup karena COVID-19 (ada) 6 perusahaan," katanya.

Lalu 9 perusahaan lainnya ditutup karena melanggar protokol kesehatan. Ada 4 perusahaan yang melanggar di Jakarta Pusat, 3 perusahaan di Jakarta Barat, dan 2 perusahaan di Jakarta Selatan. Data tersebut merupakan akumulasi selama empat hari sejak hari pertama PSBB ketat, yakni Senin (14/9) sampai Kamis (17/9) kemarin.

Selanjutnya
Halaman
1 2