Round-Up

6 Fakta Baru Kasus Mutilasi yang Terungkap di Rekonstruksi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 07:46 WIB
Rekonstruksi kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu
Rekonstruksi kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (Yogi Ernes)

4. Taburi Mayat dengan Kopi

Tersangka Fajri dan Laeli menaburi mayat dengan bubuk kopi dan pengharum ruangan ketika menyimpannya di Apartemen Kalibata City.

"Adegan 33, dia menaburkan kopi di ransel dan koper, termasuk koper sebelumnya dan menyemprotkan pengharum ruangan," kata penyidik Panit 3 Subdit Resmob Polda Metro Jaya AKP Widi Irawan.

Penyidik mengatakan upaya tersebut dilakukan oleh pelaku guna menutupi aksi bengis mereka kepada korban. Setelah menaburkan kopi pada ransel dan koper, kedua pelaku kemudian pergi dari apartemen tersebut.

Widi mengatakan kedua pelaku berangkat ke toko bangunan yang berada di Depok. Di sana keduanya membeli sejumlah perlengkapan untuk mengubur korban di halaman belakang rumah kontrakan di daerah Tapos, Depok.

5. Incar Mangsa untuk Dirampok Lewat Tinder

Fakta baru terungkap dalam kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (32). Tersangka Laeli Atik Supriyatin (27) ternyata sudah mengincar korban via aplikasi Tinder sebagai target untuk dirampok.

"Adegan 1 di rumah kosan pelaku daerah Depok, Sabtu, 5 September 2020, pelaku LAS memulai percakapan dengan korban lewat Tinder. Lokasi kosan di Depok. Melakukan perencanaan mencari korban dan menemukan korban yang mereka tetapkan inisial R," ujar AKP Noor Marghantara saat membacakan reka adegan.

Laeli kemudian mengajak korban bertemu. Rinaldi Harley Wismanu dan Laeli Atik Supriyatin pun sepakat bertemu di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat.

"Lalu mereka janjian yang pertama di Kopi Kenangan Stasiun Juanda, antara Saudari LAS dan korban R," imbuhnya.


6. Jasad Korban Akan Dikubur pada 17 September

Tersangka Laeli dan Fajri sudah menggali kuburan untuk mengubur jasad korban di sebuah rumah kontrakan di Tapos, Depok. Keduanya rencananyaa akan menguburnya pada 17 September 2020.

"Terakhir, fakta ke enam adalah ternyata pada saat penangkapan di tanggal 16 September, direncanakan keesokan harinya yaitu tanggal 17 September. Akan dikubur di kontrakan yang ada di Cimanggis itu," kata Calvijn.

Keduanya sudah mengontrak rumah itu selama 1 bulan. Kuburan digali di belakang rumah.

"Dikontrak 1 bulan oleh kedua pelaku bila akan dilakukan di bagian di belakang rumahnya dilakukan penguburan di situ. Rangkaian ini begitu rapi dipersiapkan dengan matang dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pembersihan lokasi dengan cara mencat kemudian mengganti seprainya kemudian berbagai macam yang ada dicat," katanya.

Halaman

(mei/mei)