Round-Up

6 Fakta Baru Kasus Mutilasi yang Terungkap di Rekonstruksi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 07:46 WIB
Rekonstruksi kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu
Rekonstruksi kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (Yogi Ernes)
Jakarta -

Polisi menggelar rekonstruksi kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (32) pada Jumat (18/9) kemarin. Sejumlah fakta baru terungkap dalam rekonstruksi tersebut.

"Dari reka rekonstruksi ini bagaimana mereka memperagakan apa yang dituang di berita acara. Ada 37 adegan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2020).

Rekonstruksi dipimpin oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn SImanjuntak, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen, Kanit III Resmob AKP Mugia Yarry dan Kanit IV Resmob AKP Noor Marghantara, AKP Widi Irawan, Iptu Charles Bagaisar dan Iptu Sigit Santoso.

Yusri mengungkap, rekonstruksi tersebut merepresentasikan perencanaan hingga eksekusi yang terjadi di 13 tempat kejadian perkara (TKP).

Berikut fakta baru yang terungkap dalam rekonstruksi tersebut:

1. Jasad Korban Disimpan 3 Hari di Kamar Mandi

Sebelum memutuskan untuk memutilasi, tersangka Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadil Al Fajri (26) menyimpan jasad Rinaldi Harley Wismanu selama 3 hari di Apartemen Pasar Baru Mansion.

"Ternyata jenazah korban ini lima hari berada di dalam kamar, tiga hari pada saat pembunuhan dibiarkan begitu saja. Mulai dari tanggal 9, 10, 11, jenazah ini dibiarkan di kamar mandi yang ada di apartemen," kata Calvijn.

Selama jenazah ditinggalkan tersebut, kedua tersangka menguras rekening korban. Keduanya menggunakan uang hasil kejahatan itu untuk membeli sejumlah barang mulai dari perhiasan hingga sepeda motor.

Setelah itu, kedua tersangka akhirnya memutuskan untuk memutilasi jasad korban. Tersangka Fajri butuh waktu 2 hari, tanggal 12 dan 13 September 2020, untuk memutilasi jasad korban menjadi 11 bagian.

"Di tanggal 12 dan 13 September, di situlah pelaku melakukan mutilasi-mutilasi selama dua hari," imbuh Calvijn.

Tonton video '6 Fakta Baru Kasus Mutilasi Rinaldi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3