Pesawat Sempat Ditembaki KKB di Intan Jaya saat Hendak Evakuasi Jenazah TNI

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 20:53 WIB
Pesawat Dabi Air sempat ditembaki kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Bilorai Intan Jaya (dok Polda Papua)
Foto: Pesawat Dabi Air sempat ditembaki kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Bilorai Intan Jaya (dok Polda Papua)
Jakarta -

Pesawat karavan milik Dabi Air sempat ditembaki kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Bilorai Intan Jaya, Papua. Penembakan tersebut terjadi jelang proses evakuasi jenazah anggota TNI ke Kabupaten Nabire.

"Diperkirakan telah terjadi tembakan sebanyak 2 kali yang berasal dari ujung Bandara Bilorai Kampung Bilogai dengan jarak 300 meter dari Runway 09 yang dilakukan oleh KKB terhadap pesawat Dabi Air PK-DPG," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, Jumat (18/9/2020).

Setelah itu pilot Rofliudin dan kopilot Obet Obaidilah mendarat dan mengecek badan pesawat. Hasilnya tak ditemukan bekas tembakan di badan pesawat.

"Tembakan yang diduga dilakukan oleh KKB terhadap pesawat Dabi Air PK-DPG merupakan upaya dalam menghambat proses evakuasi Almarhum Serka Suhlan dari Kabupaten Intan Jaya ke Kabupaten Nabire," ujarnya.

Peristiwa itu terjadi pagi tadi pukul 08.38 WIT. Setelah itu aparat melakukan penyisiran di sekitar lokasi selama 30 menit namun tak ditemukan tanda-tanda keberadaan KKB.

Pesawat Dabi Air sempat ditembaki kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Bilorai Intan Jaya (dok Polda Papua)dok Polda Papua

"Usai situasi dinilai aman, penerbangan kemudian dilanjutkan," ujarnya.

Saat ini aparat gabungan TNI-Polri masih mengejar pelaku penembakan. Personel juga mengamankan sekitar Kota Sugapa untuk mengantisipasi gangguan keamanan.

Diketahui, Serka Sahlan diserang KKB pada Kamis (17/9) sekitar pukul 14.20 WIT. Saat itu Serka Sahlan sedang dalam perjalanan membawa logistik.

Jenazah Serka Sahlan telah tiba di terminal kargo Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kedatangan jenazah ini disambut dengan upacara militer yang yang diikuti puluhan prajurit TNI AD dari Zipur dan Kodim 1422 Maros.

Sejumlah keluarga korban yang datang menjemput. Usai serah terima jenazah, korban dibawa langsung ke rumah duka di Desa Paria, Kecamatan Duampanua, Pinrang, Sulsel.

Korban diketahui sudah bertugas di Papua sejak Januari 2020 lalu di satuan tugas territorial. Sebelumnya, Serka Sahlan bertugas sebagai Babinsa di Kodim 1404 Pirang dan juga pernah bertugas di Komando Stategis Angkatan Darat (Kostrad).

(jbr/jbr)