Tiba di Makassar, Jenazah TNI Korban Penembakan KKB Disambut Upacara Militer

Moehammad Bakrie - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 17:09 WIB
Jenazah Serka Sahlan, korban serangan KKB, tiba di Bandara Hasanuddin, Makassar
Foto: Jenazah Serka Sahlan, korban serangan KKB, tiba di Bandara Hasanuddin, Makassar (M Bakrie/detikcom)
Makassar -

Jenazah anggota TNI yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua, Serka Sahlan (45) tiba di terminal kargo Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jenazah sebelumnya dibawa menggunakan pesawat Garuda GA-651.

"Yah hari ini kita baru saja melaksanakan upacara penerimaan jenazah Serka Sahlan. Jenazah almarhum ini langsung dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang untuk dimakamkan di sana," kata Dandim 1422/Maros, Letkol Inf Budi Rahman, Jumat (18/09/2020).

Kedatangan jenazah ini disambut dengan upacara militer yang yang diikuti puluhan prajurit TNI AD dari Zipur dan Kodim 1422 Maros, disaksikan oleh sejumlah keluarga korban yang datang menjemput. Usai serah terima jenazah, korban dibawa langsung ke rumah duka di Desa Paria, Kecamatan Duampanua, Pinrang, Sulawesi Selatan.

Korban diketahui sudah bertugas di Papua sejak Januari 2020 lalu di satuan tugas territorial. Sebelumnya, Serka Sahlan bertugas sebagai Babinsa di Kodim 1404 Pirang dan juga pernah bertugas di Komando Stategis Angkatan Darat (Kostrad).

"Korban ini bertugas sudah jalan setahun dan sudah mau kembali. Almarhum Bertugas di Satgas territorial mengisi ruang kosong di sana. Kami mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya, semoga keluarga korban diberikan ketabahan," ujarnya.

Di mata keluarga, Serka Sahlan sendiri dikenal sebagai sosok yang sangat baik dan rendah hati. Almarhum merupakan anak keempat dari enam bersaudara ini, meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

Jenazah Serka Sahlan, korban serangan KKB, tiba di Bandara Hasanuddin, MakassarFoto: Jenazah Serka Sahlan, korban serangan KKB, tiba di Bandara Hasanuddin, Makassar (dok. istimewa)

"Kakak saya ini sangat baik orangnya. Almarhum meninggalkan satu orang istri dan empat orang anak. Anak pertamanya itu sudah SMP kalau yang terakhir masih umur tiga tahun," kata keluarga korban, Sudirman.

Diketahui, KKB kembali melancarkan aksi teror di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Insiden itu terjadi pada Kamis (17/9) siang. Seorang tukang ojek, Badawi (49), dibacok menggunakan parang.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel CzI IGN Suriastawa mengatakan lengan kiri korban putus akibat pembacokan itu. Karena pendarahan hebat, korban meninggal dunia.

Siang harinya di hari yang sama Kamis (17/9), sekitar pukul 14.20 WIT, KKB kembali berulah dengan menghadang Babinsa yang sedang dalam perjalanan membawa logistik. KKB menembak salah seorang Babinsa atas nama Serka Sahlan hingga tewas.

Diketahui, Polda Papua mencatat telah terjadi 46 kasus kekerasan yang dilakukan oleh KKB pada 2020. Dari kasus kekerasan itu, korban meninggal dunia sebanyak 9 orang, yakni 5 orang warga sipil, 2 anggota TNI, dan 2 anggota Polri. Korban yang mengalami luka-luka sebanyak 23 orang, yakni 10 orang warga sipil, 7 anggota TNI, dan 6 anggota Polri.

(aud/aud)