Izinkan Hotel Jadi Tempat Isolasi OTG, Pemprov Aceh Minta Daerah Transparan

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 16:47 WIB
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah (Dok Pemprov Aceh)
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah (Foto: dok. Pemprov Aceh)
Banda Aceh -

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengizinkan bupati/wali kota mengusulkan hotel bintang dua dan tiga menjadi tempat isolasi orang tanpa gejala (OTG) positif Corona (COVID-19). Keputusan itu diambil sesuai arahan Menko Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan.

"Gugus Tugas nasional akan mengupayakan anggaran APBN untuk pembiayaan tempat isolasi OTG itu," kata Nova dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (18/9/2020).

Pasien berstatus OTG, kata Nova, dapat dirawat di pusat karantina supaya tidak berpotensi menularkan kepada keluarga mereka. Menurut Nova, pemanfaatan hotel sebagai tempat karantina dapat menjadi solusi atas tingginya okupansi ruang ICU di rumah sakit.

Selain itu, Nova mengingatkan ASN yang punya penyakit penyerta dilarang bekerja di kantor dan work form home selama tiga bulan sampai akhir tahun nanti.

"Arahan Presiden melalui Pak Luhut, agar kita mengupayakan pencegahan secara ekstrem untuk mencegah penularan COVID-19 di Aceh," jelas Nova

Pemprov Aceh juga bakal melakukan pemerataan tes PCR dengan melihat standar WHO dan peta transmisi sebaran. Daerah yang mencatat tingkat kematian tinggi dan angka kesembuhan rendah, pemerintah pusat akan menurunkan tim satuan tugas dan akademisi untuk mengkaji kenapa peningkatan kasus bisa terjadi.

"Gugus Tugas COVID-19 di seluruh Aceh tolong buka secara transparan fenomena di daerah agar Gugus Tugas nasional mendapatkan data, agar tindakan yang nanti dilakukan tepat guna," ujar Nova.

"Semua kita ingin COVID berlalu dengan korban serendah-rendahnya," kata Nova.

Ingatkan Insentif Dokter Dicairkan

Nova mengingatkan kabupaten/kota segera mencairkan dana insentif tenaga medis dan tenaga kesehatan. Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sudah ditransfer ke kabupaten/kota.

"Harapan kami awal Oktober 2020, para pahlawan kesehatan di seluruh Aceh telah menerima insentif yang tentu sangat dibutuhkan," kata Nova.

Nova mengatakan dana BOK dari pemerintah pusat dan dana bantuan keuangan khusus dari pemerintah Aceh telah ditransfer ke seluruh kabupaten/kota di seluruh Aceh. Pemerintah pusat pada gelombang I telah mentransfer dana BOK melalui APBN ke Kabupaten Aceh Barat sebesar Rp 297 juta untuk 195 tenaga kesehatan.

Pada gelombang II, pemerintah telah mentransfer dana untuk tenaga kesehatan Provinsi Aceh sebesar Rp 100 juta untuk 28 orang tenaga kesehatan. Untuk gelombang III yang sudah ditransfer sebesar Rp 1,41 miliar kepada pemerintah Aceh dan Rp 48 miliar lebih kepada 23 kabupaten/kota.

Sementara itu, pemerintah Aceh berdasarkan Pergub Nomor 40 Tahun 2020 telah mentransfer dana bantuan keuangan khusus kepada 23 kabupaten dan kota di seluruh Aceh. Nova menyebutkan terkait besaran insentif tenaga kesehatan ini berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.07/2020, yang juga mengatur besaran jumlah insentif untuk tenaga kesehatan.

"Untuk itu, diharapkan kepada saudara bupati/wali kota mengambil langkah strategis percepatan agar proses pencairannya segera dituntaskan," ujar Nova.

(agse/isa)