DPRA Minta Penanganan Corona Dievaluasi, Pemprov: Sebagian Sudah Dilakukan

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 14:55 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Foto: Edi Wahyono-detikcom)
Banda Aceh -

DPR Aceh (DPRA) meminta Pemprov Aceh mengevaluasi langkah penangan Corona di Tanah Rencong. Pemprov mengatakan sebagian masukan DPRA sudah dilaksanakan pemerintah.

"Pemerintah menyambut baik dan mengapresiasi penuh atas dukungan dan saran yang diberikan, meskipun sebagian besar dari masukan tersebut memang sudah dilakukan Pemerintah Aceh dalam beberapa bulan ini," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Masukan yang diberikan DPRA, kata Iswanto, menjadi penyemangat bagi Pemprov dalam penanganan Corona. Iswanto menilai saran dan masukan tersebut bakal dijadikan Pemprov untuk menyempurnakan kerja melayani masyarakat.

"Kita terus berharap saran dan dukungan seperti ini dari kawan-kawan legislatif. Harapan kita di semua sektor yang kita lakukan juga didukung penuh seperti ini," ujar Iswanto.

Pemerintah Aceh sudah mengeluarkan Pergub tentang Peningkatan Penanganan COVID-19, Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. Pergub bernomor 51 tahun 2020 itu diteken Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada 7 September lalu.

"Pergub tersebut mengatur sanksi bagi perorangan, para pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang tidak menjalankan kewajibannya terkait penegakan protokol kesehatan," ujarnya.

Sebelumnya, DPRA meminta Pemprov Aceh mengevaluasi secara menyeluruh terhadap penanganan virus Corona. Pihak legislatif mendesak pemerintah 'menutup keran' penyebaran COVID-19 di Tanah Rencong. Ada sepuluh poin rekomendasi yang diberikan legislatif.

"Per tanggal 13 September kemarin, kasus positif Corona di Aceh sudah 2.738 orang. Artinya bahwa kondisi kita sedang tidak baik-baik saja, maka saatnya sebenarnya evaluasi menyeluruh harus dilakukan," kata Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin dalam konferensi pers, Senin (14/9).

Menurutnya, Pemprov Aceh harus membuat kebijakan secara terstruktur dan sistematis untuk memutus mata rantai penyebaran Corona. Salah satunya tes swab massal terhadap seluruh masyarakat Aceh.

"Langkah taktis pertama yang harus dilakukan adalah melakukan tes swab massal secara menyeluruh agar kita dapat memutuskan mata rantai penyebaran. Setelah tes bisa dilakukan tracing untuk diambil kebijakan pemutus mata rantai penyebaran," jelas politikus Partai Aceh ini.

(agse/haf)