9 Anggota DPRD Bali-2 Staf Terkonfirmasi COVID-19, WFH Diberlakukan

Angga Riza - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 15:45 WIB
Ilustrasi Bali (Angga Riza/detikcom)
Ilustrasi Bali (Angga Riza/detikcom)
Denpasar -

Sembilan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali terkonfirmasi positif COVID-19. Sembilan anggota Dewan tersebut diisolasi mandiri.

Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama membenarkan soal sembilan anggota DPRD Bali terkonfirmasi COVID-19. Dia mengatakan anggota Dewan yang positif COVID-19 tanpa gejala.

"Iya, betul... betul.... Ya ini mereka kan tanpa gejala. Jadi minggu lalu kan kita ada yang datang dari luar, ada yang datang dari reses. Nah, kita punya inisiatif untuk rapid test. Rata-rata kan anggota Dewan di-rapid, terus beberapa kali setiap ke desa rapid, hampir kita rutin kita rapid," kata Nyoman Adi saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (18/9/2020).

Dia mengatakan swab dilakukan setelah para anggota Dewan reses. Swab massal dilakukan setelah ada peningkatan kasus penyebaran COVID-19.

"Tapi kemarin ini kita coba swab-lah, kita anjurkanlah mereka swab karena peningkatan ada di titik desa-desa terpapar gitu. Ternyata hasil swab itu ada beberapa hari, ada 4-5 hari baru keluar. Nah 4 hari yang lalu itu keluar ada beberapa yang positif, akhirnya nambah-nambah yang positif, terus kita sarankan mereka untuk isolasi gitu," kata Adi.

Selain sembilan anggota DPRD Bali, dua staf juga terkonfirmasi positif Corona. Total saat ini tercatat ada 11 orang yang positif COVID-19 di lingkungan DPRD Bali.

"Sampai sekarang ada itu tercatat 9 anggota Dewan dan 2 staf. Iya 11 (sebelas)," papar Adi.

Adi mengatakan setiap hari kantor DPRD Bali disemprot disinfektan. Para anggota Dewan untuk sementara bekerja dari rumah (work from home/WFH).

"Kantor sudah kita instruksikan Sekwan untuk dibersihkan, disterilkan, setiap hari itu disemprot tempat kerja dan tempat umum. Anggota Dewan kita kembalikan kegiatannya dari rumah saja dulu. Dan staf di dalam kita kurangi dulu sambil menunggu perkembangan. Mudah-mudahan lebih baik gitu," ujar Adi.

"Tidak ditutup kegiatan, masih jalan. Tapi struktural kita jadi, ya," tambahnya.

(jbr/idh)