Kasus COVID-19 Melonjak, Taman Kota-2 Lapangan di Denpasar Ditutup Lagi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 11:05 WIB
Poster
Foto Ilustrasi virus COVID-19. (Wahyono/detikcom)
Denpasar -

Pemerintah Kota Denpasar, Bali, memutuskan kembali menutup sementara fasilitas publik seiring meningkatnya klaster pandemi COVID-19. Fasilitas publik yang ditutup adalah Lapangan Lumintang, Taman Kota, dan Lapangan Puputan Badung.

"Meningkatnya intensitas penyebaran kasus COVID-19 di Denpasar, sehingga fasilitas umum yang menyebabnya terjadi kerumunan massa untuk sementara ditutup lagi," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai di Denpasar, seperti dilansir Antara, Senin (14/9/2020).

Dia mengatakan langkah yang diambil Pemkot Denpasar itu sebagai upaya mencegah terjadinya klaster fasilitas publik pandemi COVID-19. Ia menjelaskan penularan yang semakin meningkat terjadi sejak diterapkan adaptasi kebiasaan baru beberapa pekan belakangan ini.

Tak hanya di Kota Denpasar, katanya, hampir sebagian besar daerah juga mengalami lonjakan kasus COVID-19.

"Kasus COVID-19 mengalami lonjakan, untuk itu kita harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan untuk sementara waktu, tiga fasilitas publik, yakni Lapangan Lumintang, Lapangan Puputan Badung, dan Taman Kota Lumintang ditutup kembali guna mengurangi kerumunan dan keramaian," ujarnya.

Dewa Rai mengatakan tiga fasilitas publik itu ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal itu sembari menunggu evaluasi penanganan dan rekomendasi dari GTPP COVID-19.

"Saat ini kasus penyebaran COVID-19 di Kota Denpasar mengalami peningkatan, mohon agar masyarakat untuk sementara tidak datang ke tiga tempat tersebut, baik untuk berolahraga maupun berekreasi, masyarakat diimbau untuk berolahraga di rumah saja, dan masyarakat agar bisa memaklumi demi kebaikan dan kesehatan kita bersama," ujar dia.

Dewa Rai, yang juga Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar, menambahkan Pemkot Denpasar terus berkomitmen mendukung bergeraknya perekonomian masyarakat di masa pandemi COVID-19 sehingga fasilitas publik yang memungkinkan untuk penerapan disiplin protokol kesehatan masih tetap dibuka.

Ia mengatakan, tidak semuanya ditutup, melainkan yang memiliki risiko tinggi penularan yang tidak terkendali.

"Sejauh ini lapangan dan taman kota ramai dikunjungi hingga larut malam, sehingga dikhawatirkan menjadi klaster baru akibat tidak terkendalinya kerumunan masyarakat, jadi kami berharap masyarakat dapat memaklumi, dan semoga COVID-19 segera tertangani dengan baik," katanya.

(idh/gbr)