Polda Sultra Janji Terbuka Tangani Kasus Penghinaan Suku Tolaki

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 14:16 WIB
Demo rusuh di Kendari pada 17 September 2020
Demo rusuh di Kendari pada 17 September 2020. (Tangkapan layar video viral)

Ferry menuturkan aparat Polres Kendari telah berupaya membubarkan massa yang meradang. Namun ternyata konsentrasi massa tak hanya di satu titik, melainkan di dua titik. Aksi massa di lokasi lainnya itu tak terkawal aparat.

"Kami mintalah supaya bubar saja, mungkin karena kurang senang, ada missed. Sudah dijelaskan Bapak Kapolres Kendari, ternyata ada dua kelompok, ormas ini terpecah dua, jadi ada missed antara kelompok yang sama-sama Generasi Muda Tolaki ini," terang Ferry.

Kelompok yang anarkis, tambah Ferry, merusak lampu lalu lintas, portal pusat perbelanjaan, rambu lalu lintas, dan papan toko. Mereka juga membakar ban.

"Ada sedikit anarkis karena yang dirusak traffic light, portal parkir di Lippo Mall. Sesudah itu, mereka cabut rambu lalu lintas satu, papan iklan toko dirusak, dengan bakar-bakar ban. Anggota di lapangan membubarkan, sekitar pukul 16.00-16.30 Wita sudah beres," tutur Ferry.

4 Orang yang Sempat Diamankan Dipulangkan

Sebanyak 4 orang yang sempat diamankan dalam demo berujung rusuh pecah di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kemarin sudah dikembalikan ke keluarga. Mereka tak terbukti terlibat.

"Yang kita amankan 4 orang itu kita kembalikan ke keluarganya, karena ternyata setelah pendalaman tidak terlibat dalam demo anarkis itu," kata Kabid Humas Polda Sultra Kombes Ferry Walintukan saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (17/9/2020).

Polisi dan tokoh masyarakat adat Tolaki juga sudah bertemu kemari untuk mencegah demo rusuh ini terulang.

"Sudah, sore itu juga kita sudah ketemu dengan lembaga adat Tolaki, dan lembaga adat Tolaki juga tidak simpati dengan perbuatan itu. Bahkan dari Tamalaki menyatakan bahwa bukan mereka yang berbuat itu, yang ikut demo bukan mereka, ada grup lain ini. Memang hari itu ada dua grup yang demo. Nggak tahu yang mana itu," tuturnya.


(idh/fjp)