Viral Demo Rusuh di Kendari Rusak Fasilitas Publik, Polisi Turun Tangan

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 19:29 WIB
Demo rusuh di Kendari pada 17 September 2020
Demo rusuh di Kendari pada 17 September 2020. (Tangkapan layar video viral)
Kendari -

Viral video sekelompok massa di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), turun ke jalan. Aksi mereka membuat lalu lintas macet. Massa terlihat berlarian di jalan raya.

Beberapa orang dari massa tersebut tampak membawa tongkat dan memukulkan tongkat tersebut ke papan toko, umbul-umbul di jalan raya. Beberapa orang lainnya membawa bendera kelompoknya, ada juga yang membawa bendera Merah Putih.

"Salah satu ormas demo, dari Generasi Muda Tolaki Sulawesi Tenggara, jumlahnya sekitar 100-200 orang," kata Kabid Humas Polda Sultra Kombes Ferry Walintukan saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (17/9/2020).

Ferry menyebut demo itu terjadi siang tadi, sekitar pukul 14.00-15.00 Wita. Pedemo melayangkan tuntutan kepada polisi agar segera menuntaskan kasus penghinaan terhadap masyarakat adat Tolaki. Massa juga menuntut Kapolda Sultra menemui mereka di perempatan jalan.

"Mereka tuntutannya minta supaya kasus-kasus yang ada di Kendari, kan ada beberapa kasus seperti ada dugaan penghinaan terhadap masyarakat Tolaki, ada yang sudah diproses, ada yang (pelakunya) anonimus, ada yang masih penyelidikan. Dan kasus yang di Kolaka, yang ustaz di Kolaka, mereka minta supaya di proses dan jangan terulang lagi adanya penghinaan-penghinaan," jelas Ferry.

"Sesudah itu mereka minta ketemu sama Kapolda di perempatan itu Demo tidak ada STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan)-nya, tapi tetap kami kawal oleh personel Polres Kendari. Ya gimana, demo tidak ada STTP, lalu minta Kapolda datang," lanjut Ferry.

Demo rusuh di Kendari pada 17 September 2020Demo rusuh di Kendari pada 17 September 2020. (Tangkapan layar video viral)

Ferry menuturkan aparat Polres Kendari telah berupaya membubarkan massa yang meradang. Namun ternyata konsentrasi massa tak hanya di satu titik, melainkan di dua titik. Aksi massa di lokasi lainnya itu tak terkawal aparat.

"Kami mintalah supaya bubar saja, mungkin karena kurang senang, ada missed. Sudah dijelaskan Bapak Kapolres Kendari, ternyata ada dua kelompok, ormas ini terpecah dua, jadi ada missed antara kelompok yang sama-sama Generasi Muda Tolaki ini," terang Ferry.

Kelompok yang anarkis, tambah Ferry, merusak lampu lalu lintas, portal pusat perbelanjaan, rambu lalu lintas dan papan toko. Mereka juga membakar ban.

"Ada sedikit anarkis karena yang dirusak traffic light, portal parkir di Lippo Mall. Sesudah itu, mereka cabut rambu lalu lintas satu, papan iklan toko dirusak, dengan bakar-bakar ban. Anggota di lapangan membubarkan, sekitar pukul 16.00-16.30 Wita sudah beres," tutur Ferry.

Dari kejadian itu, aparat menangkap 4 orang yang diduga terlibat perusakan. Salah satu di antaranya anak di bawah umur.

"Yang kami amankan sekitar 4 orang, satu usia 16 tahun atau anak-anak, sementara yang 3 usia 20-an tahun. Hingga kini masih didalami, masih pendalaman terkait keterlibatan mereka. Kalau tidak cukup bukti (melakukan pidana-red), akan kami pulangkan," tandas Ferry.

(aud/dhn)