Polda Sultra Janji Terbuka Tangani Kasus Penghinaan Suku Tolaki

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 14:16 WIB
Demo rusuh di Kendari pada 17 September 2020
Demo rusuh di Kendari pada 17 September 2020. (Tangkapan layar video viral)
Jakarta -

Massa demo berujung rusuh di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta kasus penghinaan terhadap masyarakat adat Tolaki di Kolaka segera dituntaskan. Polisi berjanji akan transparan terhadap penanganan kasus ini. Warga juga diminta tenang.

"Mereka minta supaya kita tangani, perintah Bapak Kapolda untuk nanti dari ditreskrimsus akan membuat film video, dia akan menjelaskan kasus-kasus yang ditangani sama kita, kita kan terbuka," kata Kabid Humas Polda Sultra Kombes Ferry Walintukan saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (17/9/2020).

Ferry mengatakan demo itu terjadi pada pukul 14.00-15.00 Wita, Kamis (17/9/2020). Pendemo melayangkan tuntutan kepada polisi agar segera menuntaskan kasus penghinaan terhadap masyarakat adat Tolaki. Massa juga menuntut Kapolda Sultra menemui mereka di perempatan jalan.

"Mereka tuntutannya minta supaya kasus-kasus yang ada di Kendari, kan ada beberapa kasus seperti ada dugaan penghinaan terhadap masyarakat Tolaki, ada yang sudah diproses, ada yang (pelakunya) anonimous, ada yang masih penyelidikan. Dan kasus yang di Kolaka, yang ustaz di Kolaka, mereka minta supaya diproses dan jangan terulang lagi adanya penghinaan-penghinaan," jelas Ferry.

"Sesudah itu mereka minta ketemu sama Kapolda di perempatan itu Demo tidak ada STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan)-nya, tapi tetap kami kawal oleh personel Polres Kendari. Ya gimana, demo tidak ada STTP, lalu minta Kapolda datang," lanjut Ferry.

Video 'Massa Rusak Fasilitas Publik di Kendari, Polisi Turun Tangan':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2