Kejagung: Pinangki Kantongi 500 Ribu USD tapi 'Action Plan' Djoko Tjandra Batal

Wilda Nufus - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 20:31 WIB
Jaksa Pinangki Sirna Malasari kembali diperiksa di gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Pinangki datang mengenakan kerudung abu-abu dan rompi tahanan Kejagung.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Jaksa Pinangki Sirna Malasari menerima uang muka untuk memuluskan rencana fatwa MA terpidana Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Uang tersebut diberikan senilai USD 500 ribu dari Djoko Tjandra yang dikirim melalui adik iparnya, Herriyadi Angga Kusuma.

"Selanjutnya, saudara Djoko Soegiarto Tjandra memerintahkan adik iparnya yaitu Herriyadi Angga Kusuma (almarhum) untuk memberikan uang kepada terdakwa PSM melalui saudara Andi Irfan Jaya di Jakarta sebesar $ 500,000 US Dollar sebagai pembayaran Down Payment (DP) 50 % dari $ 1,000,000 USD yang dijanjikan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono dalam abstraksi kasus di dalam dakwaan yang disampaikan rilis resmi Kejagung, Kamis (17/9/2020).

Uang muka itu diberikan melalui perantara yang juga merupakan teman Pinangki yaitu Andi Irfan Jaya yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari uang senilai 500 ribu US Dollar tersebut, Pinangki kemudian membagi jatah kepada Anita Kolopaking sebagai balas jasa penasehat hukum sebesar 50 ribu US Dollar.

"Selanjutnya saudara Andi Irfan Jaya memberikan uang sebesar $ 500,000 USD tersebut kepada terdakwa Dr. Pinangki Sirna Malasari, S.H., M.H. Kemudian dari uang $ 500,000 USD tersebut, terdakwa Dr. Pinangki Sirna Malasari, S.H., M.H. memberikan sebagian kepada saudari Anita Kolopaking yaitu sebesar $ 50,000 USD sebagai pembayaran awal jasa penasehat hukum, sedangkan sisanya sebesar $ 450.000 USD masih dalam penguasaan terdakwa Dr. Pinangki Sirna Malasari," tuturnya.

Dalam perjalannya, proposal action plan untuk fatwa MA tersebut tak berjalan mulus. Akhirnya, Djoko Tjandra pun membatalkan rencana itu dengan memberikan catatan di kolom proposal action plan bertuliskan 'no'.

"Namun dalam perjalanannya ternyata rencana yang tertuang dalam 'action plan' di atas tidak ada satupun yang terlaksana padahal saudara Djoko Soegiarto Tjandra telah memberikan DP sejumlah $ 500.000 USD kepada terdakwa PSM melalui saudara Andi Irfan Jaya, sehingga Djoko Soegiarto Tjandra pada bulan Desember 2019 membatalkan action plan dengan cara memberikan catatan pada kolom notes dari action plan tersebut dengan tulisan tangan no," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung)melimpahkan berkas perkara kasus dugaan suap dan gratifikasi jaksa Pinangki Sirna Malasari ke Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Pinangki akan segera disidang.

"Hari ini Kamis, 17 September 2020, tim jaksa penuntut umum pada Direktorat Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI bersama-sama dengan tim jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, melimpahkan berkas perkara tindak pidana korupsi (tipikor) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas nama terdakwa Pinangki Sirna Malasari (PSM) ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono dalam keterangan pers tertulis, Kamis (17/9).

(yld/dhn)