Pinangki Pakai Duit dari Djoko Tjandra untuk Beli BMW-Urusan Kecantikan di AS

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 20:19 WIB
Jaksa Pinangki
Jaksa Pinangki (Foto: Istimewa/MAKI)
Jakarta -

Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kejagung menyebut Pinangki menggunakan uang yang diduga suap berasal darI Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra untuk membeli mobil dan perawatan kecantikan di Amerika Serikat (AS).

Hal itu terungkap dalam abstraksi kasus di dalam dakwaan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, Kamis (17/9/2020).

"Kemudian sisa uang sebesar USD 450 ribu yang berada dalam penguasaan terdakwa Pinangki Sirna Malasari, lalu dilakukan penukaran valas melalui sopirnya saudara Sugiarto dan saudara Beni Sastrawan, yang kemudian dari hasil penukaran valas tersebut, terdakwa Pinangki Sirna Malasari melakukan pembelian Mobil BMW X-5, pembayaran Dokter Kecantikan di Amerika, Pembayaran sewa Apartemen/Hotel di New York, Amerika, pembayaran dokter home care, pembayaran kartu kredit, dan transaksi lain untuk kepentingan pribadi terdakwa," ujar Hari dalam absraksi kasusnya.

Selain itu, Pinangki menggunakan uang tersebut untuk membayar sewa sejumlah apartemen miliknya. Pinangki melakukan transaksi itu secara tunai, sehingga ia diduga melakukan TPPU.

"Serta pembayaran sewa Apartemen Essence Darmawangsa, dan Apartemen Pakubowono Signature yang menggunakan cash atau tunai USD Sehingga atas perbuatan terdakwa Pinangki Sirna Malasari tersebut patut diduga sebagai perbuatan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari tindak pidana korupsi," ucapnya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini Pinangki akan segera disidang di PN Tipikor Jakarta. Pinangki akan didakwa sebagai penerima suap dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Selain itu, dia didakwa pemufakatan jahat.

Pinangki akan didakwa Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat (1) huruf a subsider Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pinangki juga bakal didakwa Pasal 3 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Untuk pemufakatan jahat, Pinangki dikenai Pasal 15 juncto Pasal 5 ayat (1) huruf a dan atau Pasal 15 juncto Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 88 KUHP.

Simak video 'Kasus Jaksa Pinangki Segera Disidangkan':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)