Ini Pertimbangan Pemerintah Tetapkan 9 Provinsi Prioritas Penanganan COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 17:15 WIB
Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan update penanganan kasus pada Selasa (15/9) (YouTube Seskab)
Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito (Foto: dok. YouTube Seskab)

1. Sumatera Utara

Terjadi kecenderungan peningkatan risiko kabupaten/kota di Sumatera Utara dalam sepekan terakhir. Sementara itu, hanya ada satu kabupaten di Sumatera yang bebas dari Corona, yaitu Kabupaten Nias.

"Di Sumatera Utara ini cenderung terjadi peningkatan status risiko kabupaten/kotanya pada seminggu terakhir. (Sebanyak) 27 dari 33 kabupaten/kota berzona oranye, dan hanya 1 kabupaten/kota yang tidak terdampak, yaitu Nias," jelas Wiku.

Kota Medan menjadi penyumbang 50 persen kasus aktif di provinsi ini. Wiku meminta pemerintah daerah setempat menurunkan kasus di Kota Medan agar kondisi COVID-19 di Sumatera Utara semakin baik.

"Sedangkan di Sumatera Utara, penyumbang 50 persen jumlah kasus terpusat pada satu daerah, yaitu Kota Medan. Kami mohon, apabila terjadi proses penurunan jumlah kasus di Kota Medan secara khsususnya, kondisi Sumatera Utara akan meningkat dengan baik," ungkapnya.

2. DKI Jakarta

DKI Jakarta menempati posisi kedua kenaikan kasus tertinggi nasional. Ibu Kota juga menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi.

"DKI Jakarta adalah peringkat kedua nasional kenaikan kasus tertinggi, merupakan peringkat pertama nasional jumlah kasus tertinggi," ujar Wiku.

Tidak ada wilayah di DKI Jakarta yang berstatus zona hijau maupun kuning. Wiku pun meminta Pemprov DKI Jakarta memperbaiki kinerja penanganan COVID-19 di wilayahnya.

"Dan tidak ada kota yang berzona kuning maupun hijau di DKI Jakarta. Ini menjadi perhatian nasional agar kinerjanya bisa diperbaiki," tuturnya.

3. Jawa Barat

Sebanyak lima kabupaten/kota di Jawa Barat menjadi daerah penyangga DKI Jakarta. Mayoritas kasus di Jawa Barat juga berasal dari lima daerah tersebut, yaitu Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.

"(Lima kabupaten/kota) penyumbang kasus tertinggi di Jawa Barat sebesar 70 persen. Dan lima daerah ini adalah lima daerah penyangga dari DKI Jakarta yang berasal dari Jawa Barat," kata Wiku.

Tidak ada wilayah berstatus zona hijau di Jawa Barat. Kenaikan kasus positif pun terjadi secara signifikan dalam sepekan terakhir.

"Di Jawa Barat tidak ada kabupaten/kota yang berzona hijau, dan kenaikan kasus positif sebesar 9,3 persen selama seminggu terakhir ini. Ini adalah perlu menjadi perhatian agar betul-betul kondisi terutama daerah yang menempel di DKI Jakarta dapat diturunkan kasusnya agar memperbaiki kinerja provinsi Jawa Barat," ujarnya.

4. Jawa Tengah

Terdapat penambahan kasus positif selama empat minggu berturut-turut di Jawa Tengah. Lebih dari setengah kasus positif berasal dari Kota Semarang.

"Per tanggal 13 September, mengalami kenaikan kasus mingguan sebesar 52 persen. 53 persen kasus positif berasal dari Kota Semarang," ungkap Wiku.

Persentase kematian di Jawa Tengah lebih tinggi daripada persentase nasional. Sementara itu, 30 daerah di Jawa Tengah juga berstatus zona oranye.

"Persentase kematian ini juga lebih tinggi dari nasional, yaitu 6,45 persen. Sebanyak 30 dari 35 kabupaten/kota di Semarang berada dalam zona oranye. Mari kita bekerja bersama-sama, bersama pemda dan masyarakat untuk memperbaiki kondisi ini di Jawa Tengah agar terjadi peningkatan kualitas pengamanan pada keselamatan manusia, terutama masyarakat di Jawa Tengah," jelasnya.

5. Jawa Timur

Sama seperti Jawa Tengah, persentase kematian di Jawa Timur juga lebih tinggi dari persentase nasional. Sebanyak 35 persen kasus positif ditemukan di Kota Surabaya.

"Persentase kematian lebih tinggi dari nasional, yaitu 7,25 persen. Kami perlu sampaikan angka ini adalah angka yang sangat tinggi. Mari kita bekerja bersama-sama untuk dapat menurunkan persentase angka kematian ini sehingga bisa di bawah rata-rata nasional. 35 persen kasus positif itu berasal dari Kota Surabaya. Apabila kita memperbaiki kondisi di Kota Surabaya akan berkontribusi cukup besar di dalam kinerja Provinsi Jawa Timur," ungkap Wiku.

Mayoritas daerah di Jawa Timur juga berstatus zona oranye. Sementara itu, provinsi ini menempati peringkat keempat laju kematian tertinggi.

"(Sebanyak) 28 dari 38 kabupaten/kota berada di zona oranye. Peringkat keempat kecepatan laju kematian tertinggi di Indonesia. Jadi Jawa Timur menjadi peringkat keempat dalam laju kematian tertinggi. Apabila ini bisa dikoreksi, maka kondisi nasional akan berubah besar," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3