Poyuono Senggol Isu HAM Prabowo, Gerindra Duga Galau soal Kepengurusan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 14:49 WIB
Ketum Serikat Buruh BUMN Bersatu, Arief Poyuono.
Arief Poyuono diduga bermanuver karena galau soal nasibnya di kepengurusan Partai Gerindra baru. (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Kader Gerindra Arief Poyuono menyinggung kasus dugaan pelanggaran HAM Prabowo Subianto menjelang pengumuman kepengurusan Partai Gerindra. Elite Partai Gerindra, Habiburokhman, menduga Poyuono melakukan manuver karena galau terkait statusnya di kepengurusan partai.

"Saya nggak tahu, mungkin aja dia galau soal kepengurusan," kata Habiburokhman kepada detikcom, Kamis (17/9/2020).

Lebih lanjut Habiburokhman mengatakan kepengurusan partai itu bersifat dinamis. Ia pun mengimbau Poyuono bersikap santai.

"Harusnya dia santai aja, karena urusan penugasan kan memang dinamis," ujar salah satu juru bicara Gerindra ini.

Diketahui, Arief Poyuono telah membuat manuver terbaru. Kini Poyuono bermanuver dengan berbicara tentang Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan menyinggung soal pelanggaran HAM masa lalu.

"Mumpung masih ada waktu panjang. Partai harus mengupayakan kekuatan hukum tetap yang menyatakan Prabowo Subianto bersih dan tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 1998 yang berbau SARA dan tidak terlibat dalam penculikan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang sampai saat ini masih hilang," kata Poyuono, dalam keterangannya, Rabu (16/9).

Sementara itu, juru bicara Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, sudah menegaskan sejak Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, baru ada formatur tunggal dalam struktur jajaran partai hingga saat ini. Ia menegaskan status kepengurusan Partai Gerindra saat ini masih bersifat demisioner.

"Sejak kongres 8 Agustus sampai dengan saat ini, kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra dalam keadaan demisioner, yang ada hanyalah formatur tunggal yang ditunjuk oleh Kongres yaitu Pak Prabowo Subianto yang juga Pak Prabowo sebagai Ketum dan Ketua Pembina," kata Dasco kepada wartawan pada Kamis (10/9).

Tonton video 'BPN Tolak Hasil Pilpres, Emoh Bayar Pajak, Tak akan Masuk Parlemen':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/gbr)