Poyuono 'Senggol' Prabowo, Habiburokhman Ungkit Hubungan Masa Lalu

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 10:45 WIB
Politisi Gerindra Habiburokhman
Politikus Gerindra Habiburokhman (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Arief Poyuono mendesak anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman, meminta aparat hukum membuktikan bahwa Prabowo tidak terlibat pelanggaran HAM berat. Habiburokhman mengatakan Arief Poyuono merupakan orang yang tidak mengerti soal hukum.

"Arief bukan orang hukum jangan maksa bicara soal hukum. Sejak dulu dia kalau soal hukum konsultasinya ke saya. Dia juga khan mantan klien saya," kata Habiburokhman pada Kamis (17/9/2020).

Habiburokhman pun menjelaskan dirinya sempat menjadi pengacara tetap Arief Poyuono. Salah satunya, Habiburokhman pernah menjadi pengacara Arief Poyuono dalam kasus gugatan dari staf eks Menteri BUMN, Soegiharto.

"Dulu pengacara tetap beliau (Arief), sebagai aktivis kan kami sering dapat masalah hukum. Salah satunya dulu pernah digugat staf Menteri BUMN, kita menang. Berbagai macam gugatan publik juga, dia penggugat saya lawyer-nya," jelas Habiburokhman.

Politikus Gerindra ini juga menegaskan nama Prabowo tidak ada dalam kasus penghilangan paksa pelanggaran HAM berat. Menurutnya, kasus penghilangan HAM berat sudah selesai, bahkan anggota Tim Mawar sudah dihukum.

"Kasus penghilangan paksa sudah jelas sudah disidang dan anggota Tim Mawar sudah dihukum. Crystal clear. Sama sekali nggak ada nama Pak Prabowo di kasus itu," ujar Habiburokhman.

Lebih lanjut, Habiburokhman mengungkapkan, apabila kasus tersebut kembali dibongkar, hal itu akan melanggar asas ne bis in idem yang ada dalam hukum pidana di Indonesia. Menurutnya, itu akan menabrak kepastian hukum.

"Kalau kasus itu dibongkar kembali tentu melanggar asas nebis in idem atau mengadili perkara yang sama dua kali dan itu menabrak kepastian hukum," ucap Habiburokhman.

Sebelumnya, Arief Poyuono bermanuver dengan berbicara tentang Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan menyinggung soal pelanggaran HAM masa lalu. Arief juga menegaskan apa yang diutarakannya ialah sebuah fakta.

"Kok aneh sih? Itu kan fakta yang kita alami. Kalau faktor penculikan aktivis PRD dan kerusuhan Mei selalu dijadikan bahan kampanye lawannya Prabowo di setiap pilpres," kata Poyuono kepada wartawan, Rabu (16/9)

Kemudian, Poyuono juga menyinggung Jubir Gerindra Habiburokhman yang menjadi anggota Komisi III DPR RI agar meminta kepolisian hingga kejaksaan membuktikan isu masa lalu Prabowo. Hal itu agar isu masa lalu tak menyerang Prabowo di Pilpres 2024.

"Jadi ini tugas Habiburokhman di Komisi III untuk bisa meminta aparat hukum, seperti pengadilan, Kejagung, dan Polri, agar bisa membuktikan kalau Prabowo itu memang tidak terlibat pelanggaran HAM berat agar Pilpres 2024 tidak lagi isu itu menyerang Prabowo," imbuhnya.

(hel/ibh)