Round-Up

Sesal Terlambat Datang bagi Prada Ilham Pemicu Penyerangan Ciracas

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 06:30 WIB
Polsek Ciracas, Jakarta Timur
Polsek Ciracas (Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Dari CCTV yang diperiksa, Prada Ilham diketahui jatuh atau mengalami kecelakaan tunggal lantaran tak bisa mengendalikan sepeda motor yang dibawanya.

Kemudian, Prada Ilham merekayasa kecelakaan tunggal yang menimpanya itu karena malu dan takut kepada atasan bila diketahui kecelakaan lalu lintas tunggal disebabkan karena dirinya minum minuman keras anggur merah merek Gold.

Prada Ilham lalu menyebar berita bohong atau hoax kepada teman-temannya bahwa dirinya dikeroyok hingga mengalami luka-luka. Hoax yang dihembuskan Prada Ilham ini diduga memicu penyerangan Polsek Ciracas oleh 100 oknum TNI pada Minggu 30 Agustus 2020 dini hari.

Dalam kesempatan yang sama, Danpuspomad Letjen Dodik Wijanarko mengungkapkan alasan kenapa Prada MI menyebarkan berita bohong sehingga memicu perusakan Polsek Ciracas.

Letjen Dodik mengatakan alasan Prada Ilham berbohong adalah takut terhadap pimpinannya jika mengatakan yang sebenarnya. Sebab, motor yang dikendarainya adalah motor yang dipinjam dari pimpinannya.

"Sebelum kecelakaan lalu lintas tunggal disebabkan karena telah minum minuman keras jenis anggur merah merek Gold, dan takut merasa bersalah karena akibat kejadian tersebut sepeda motor jenis Honda Blade warna hitam nopol-B 3580-TZH yang dipinjamkan oleh pimpinannya mengalami rusak," kata Letjen Dodik.

Selain itu, kata dia, Prada MI takut diproses hukum karena mengendarai motor, padahal dirinya tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) C. SIM yang diperuntukkan khusus buat pengendara motor.

"Serta takut diproses hukum karena pada saat mengendarai sepeda motor tersebut tidak memiliki SIM C, dan tidak membawa STNK," ucapnya.

Terkait insiden penyerangan Polsek Ciracas ini, total sudah ada 65 orang oknum TNI yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari kesatuan yang berbeda.

Berikut ini rinciannya

TNI AD

Diperiksa: 90 orang
Tersangka: 57 orang

TNI AL
Diperiksa: 10 orang
Tersangka: 7 orang

TNI AU
Diperiksa: 19 orang
Tersangka: 1 orang

Halaman

(knv/eva)