Hari Kedua PSBB Ketat, Positivity Rate Kasus Baru Harian DKI di Angka 18%

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 05:39 WIB
Kasus COVID-19 di Jakarta Utara terbilang tinggi. Pemerintah melaporkan tambahan 3.307 kasus baru Corona per hari ini di Indonesia.
Foto: Ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di DKI Jakarta kembali diterapkan sejak 14 September. Lalu bagaimana dengan positivity rate kasus baru harian atau persentase kasus positif virus Corona (COVID-19) di Jakarta pada dua hari awal PSBB ketat?

Dilihat dari situs resmi Corona di DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id, Rabu (16/9/2020), pukul 23.30 WIB, positivity rate Minggu (13/9) sebelum PSBB ketat yakni 15,1%. Pada Minggu (13/9) tercatat ada 5.085 orang yang dites Corona dengan orang positif harian berjumlah 768.

Sementara itu, data Senin (14/9), ada 9.210 orang yang menjalani tes Corona dengan positif harian 1.229, sedangkan yang negatif 7.981 orang. Positivity rate Senin (14/9) lebih rendah dibandingkan positivity rate Minggu (13/9) sebelum PSBB ketat yakni 13,3%.

Sedangkan data Selasa (15/9), jumlah orang yang menjalani tes Corona sebanyak 5.561 dengan orang yang positif Corona berjumlah 1.003. Positivity rate kasus baru harian pada Selasa lebih tinggi dibanding hari pertama PSBB ketat, Senin (14/9), dengan angka 18,0%.

Data positivity rate hari kedua PSBB ketat JakartaFoto: Data positivity rate hari kedua PSBB ketat Jakarta (Tangkapan layar)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut angka positivity rate atau rata-rata kasus positif Corona di Jakarta sangat mengkhawatirkan karena jauh di atas standar WHO, yakni sebesar 5%. Berdasarkan data yang tercatat di situs corona.jakarta.go.id, positivity rate Corona di Jakarta di dua pekan lalu mencapai 12,5 persen.

"Beberapa hari ini memang agak mengkhawatirkan. Karena itu, saya sampaikan hari-hari ini, Bapak-Ibu sekalian harus lebih aktif. Mengapa? Karena angka persentase positif kita tiga minggu yang lalu itu masih di bawah 5 persen. Misalnya sebagai contoh, dites 100 orang, lalu ada 3 orang yang positif, artinya 3 persen positivity rate-nya. Sekarang positivity rate kita di atas 10 persen. Ini angka yang sangat mengkhawatirkan," ujar Anies di acara webinar yang disiarkan di channel YouTube Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Jumat (4/9).

Anies mengajak masyarakat ketat menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak. Mantan Mendikbud itu mengatakan kapasitas testing di Ibu Kota telah lima kali lipat dari standar WHO. Menurutnya, Jakarta telah melakukan tes 50 ribu orang per minggunya.

"Kita ini melakukan testing di Jakarta sampai lima kali lipat dari standar minimal yang ditetapkan oleh WHO. WHO menetapkan sekitar 10 ribu orang dites per minggu dan Jakarta setiap minggu mengetes lebih dari 50 ribu orang. Tujuannya apa? Tujuannya untuk kita bisa cepat mendapatkan orang-orang yang terpapar COVID-19 yang belum tentu sadar bahwa dia sudah terpapar," ucapnya.

(rfs/idn)