Pemkot Makassar Usut Dugaan Pungli di Lapak Kuliner Kanrerong

Ibnu Munsir - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 19:36 WIB
Pemkot Makassar menelusuri dugaan pungli yang terjadi di Kawasan Kuliner Kanrerong (Ibnu Munsir/detikcom)
Pemkot Makassar menelusuri dugaan pungli yang terjadi di kawasan kuliner Kanrerong. (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menelusuri dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di kawasan kuliner Kanrerong. Pungli itu disebut terkait sewa dan jual-beli lapak.

"Kanrerong sudah ada perintah dari Bapak Wali Kota untuk memerintahkan Inspektorat melakukan penelusuran dan kalaupun memang ada aparat hukum yang masuk, kita akan bersinergi dengan aparat hukum berkoordinasi-bersinergi apabila ditemukan adanya pungli," kata Kepala Inspektorat Kota Makassar Zainal Ibrahim saat dimintai konfirmasi, Rabu (16/9/2020).

Ibrahim menjelaskan tim audit Inspektorat telah menurunkan 'tim bayangan' untuk menelusuri apakah ada oknum PNS Makassar yang terlibat. Dia mengatakan, jika ada PNS yang terlibat, akan dikenai sanksi disiplin.

"Ada tim audit nanti dari Inspektorat. Kami belum turun, kami baru dapat laporan informasi juga dari media. Ya, meski kena PP 53 dengan disiplin pegawai negeri, nanti kita lihat. Kita tidak boleh berasumsi tanpa melihat fakta di lapangan. Besok pagi kita turun. Hari ini kita sudah turunkan tim bayangan dulu untuk melihat itu bagaimana di sana," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar Evy Aprialti membantah pihaknya melakukan pungli. Dia menduga pungutan lapak hingga jutaan rupiah itu terjadi akibat pemilik lahan pertama menyewakan kepada pihak kedua hingga ketiga.

"Dengan adanya isu uang Rp 8 juta konfirmasi ke UPTD yang itu pihak penyewa yang menyewakan kepada orang yang mau menyewa kios. Artinya, pengguna kios selama yang menyewakan kepada orang yang ingin memakai kiosnya," kata Evy.

Selanjutnya
Halaman
1 2