Pemprov DKI Tutup 23 Rumah Makan-Kafe di Hari Kedua PSBB Ketat

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 11:24 WIB
Kasatpol PP DKI Arifin
Kasatpol PP DKI Arifin (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Satpol PP DKI Jakarta terus melakukan pengawasan dan penindakan tempat makan hingga kafe di hari kedua pemberlakuan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. Hasilnya, ada 23 tempat yang ditutup sementara.

"Tempat-tempat yang ditutup terus berlanjut kalau memang melakukan pelanggaran, kita sementara masih 23 tempat yang ditutup," ujar Kasatpol PP DKI Arifin saat dihubungi, Rabu (16/9/2020).

Menurutnya, 23 tempat yang ditutup itu meliputi rumah makan hingga kafe. "(Yang ditutup) macam-macam, rumah makan, ada kafe," katanya.

Selain itu, kata Arifin, Satpol PP DKI memberikan denda progresif kepada salah satu pengelola kafe yang ada di Tebet, Jakarta Selatan. Hal itu dilakukan karena mereka melakukan pelanggaran lebih dari satu kali.

"Ada juga yang berulang, kalau nggak salah ada kafe di Tebet itu yang berulang, sehingga tindakannya (denda) progresif yang kita kenakan," ucap Arifin.

Ia menyebut ada dua tempat yang sudah dikenai denda progresif. Satu tempat terletak di Tebet Jakarta Selatan, sedangkan lainya, yakni Kafe Tebalik Kopi, di Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Arifin menyebut ada 8 rumah makan hingga kafe yang ditutup sementara di hari pertama PSBB DKI. Arifin menyebut kedelapan tempat makan itu ditutup karena melanggar protokol kesehatan.

"Dari hasil pemantauan yang dilakukan anggota kami di lapangan, ternyata hari pertama kita masih dapatkan beberapa tempat ya rumah makan atau restoran yang masih melanggar, terjadi pelanggaran. Lebih-kurang ada rumah makan yang di Upnormal Resto di Rawamangun," kata Arifin di gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (15/9).

"Kemudian ada di Rumah Makan Bandar, Condet, kemudian ada Rumbo Star dan kafe Rock di wilayah Jakarta Timur, kemudian ada rumah makan padang, ada rumah makan nasi uduk dan lain-lain. Saya pikir ini masih relatif sedikit, karena hanya sekitar 8," sambung Arifin.

(man/ibh)