ADVERTISEMENT

Round-Up

Nyawa Imam Masjid di OKI Melayang Gegara Kunci Kotak Amal

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 05:14 WIB
ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi (Foto: detikcom)

Belakangan diketahui, korban adalah Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Iman. Peristiwa ini tak diduga karena korban diketahui sudah lama mengenal pelaku.

"Saya klarifikasi bahwa korban itu bukan imam masjid ya, melainkan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Nurul Iman," terang Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Palupesy, kepada detikcom, Selasa (15/9).

Alamsyah mengatakan setiap kali ada kegiatan, tersangka Meyudin selalu diajak korban menjadi sopirnya.

"Sudah sangat dekat, jadi memang korban sama pelaku ini kenal lama. Sama-sama di masjid itu sebagai pengurus, korban ketua dan korban pengurus yang megang kunci kotak amal," tuturnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku pembunuhan dilakukan murni akibat tersinggung. Pelaku sakit hati karena korban meminta kunci kotak amal tanpa penjelasan.

"Murni tersinggung karena tidak ada juga penjelasan dari korban minta kunci kotak amal diserahkan ke bendahara. Jadi saat salat Magrib, pada rakaat pertama pelaku melihat korban, dia pulang langsung ambil parang dan korban dibacok," jelas Alamsyah.

Pikiran tersangka 'dikuasai setan'. Meyudin menyerang korban saat salat magrib. Atas perbuatannya, pelaku diamankan di Polsek Kayu Agung.

"Selesai salat Jumat itu kotak amal dibuka, kunci langsung oleh si pelaku diserahkan. Tapi namanya setan, godaan itu ada saja dan saat salat di belakang imam korban ini dianiaya," terang Alamsyah.

"Tidak ada keterangan apakah uang yang ada di kotak amal berkurang atau tidak. Yang jelas pelaku tersinggung saja, tidak ada alasan lain selama diperiksa," imbuhnya.


(jbr/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT