Polisi Beberkan Alasan Ketua Pengurus Masjid di Sumsel Dibacok Saat Salat

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 13:44 WIB
Close up of Hand with knife following young terrified man ,Bandit is holding a knife in hand. Threat Concept
Foto Ilustrasi Pembacokan (Getty Images/iStockphoto/chingyunsong)
Palembang -

Polisi mengamankan pelaku pembacokan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Nurul Iman di Sumatera Selatan, Muhammad Arif (61), ketika salat Magrib. Aksi nekat itu dilakukan pelaku bernama Meyudin (58) murni karena sakit hati.

"Saya klarifikasi bahwa korban itu bukan imam masjid ya, melainkan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Nurul Iman," terang Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI), AKBP Alamsyah Palupesy, kepada detikcom, Selasa (15/9/2020).

Korban diketahui sudah lama mengenal pelaku. Bahkan setiap kali ada kegiatan, kata Alamsyah, pelaku selalu diajak korban sebagai sopir.

"Sudah sangat dekat, jadi memang korban sama pelaku ini kenal lama. Sama-sama di masjid itu sebagai pengurus, korban ketua dan korban pengurus yang megang kunci kotak amal," tuturnya.

Dari hasil interogasi, polisi memastikan aksi itu murni akibat tersinggung karena korban meminta kunci kotak amal tanpa penjelasan. Pelaku yang tersinggung mengaku emosional melihat korban saat salat Magrib.

"Murni tersinggung karena tidak ada juga penjelasan dari korban minta kunci kotak amal diserahkan ke bendahara. Jadi saat salat Magrib, pada rakaat pertama pelaku melihat korban, dia pulang langsung ambil parang dan korban dibacok," jelas Alamsyah.

Kepada polisi, pelaku mengaku kesal kunci kotak amal yang dipegangnya diminta karena sudah lama memegang kunci kotak amal masjid. Tanpa penjelasan, kunci diminta korban.

"Selesai salat Jumat itu kotak amal dibuka, kunci langsung oleh si pelaku diserahkan. Tapi namanya setan, godaan itu ada saja dan saat salat di belakang imam korban ini dianiaya," terang Alamsyah.

"Tidak ada keterangan apakah uang yang ada di kotak amal berkurang atau tidak. Yang jelas pelaku tersinggung saja, tidak ada alasan lain selama diperiksa," imbuhnya.

Seperti diketahui, pembacokan itu terjadi di Masjid Nurul Iman, Tanjung Rauncing, Kayu Agung, OKI, pada Jumat (11/9). Meyudin membacok Arif sebanyak dua kali menggunakan pedang panjang bergagang plastik. Korban mengalami luka bacok di bagian leher atas kiri.

Korban dibawa ke RSUD Kayuagung kemudian dirujuk ke RSUP Moh Husein, Palembang, untuk mendapatkan perawatan namun akhirnya meninggal dunia. Sedangkan pelaku diamankan di Polsek Kayu Agung.

(ras/elz)