Umar Kei Dieksekusi ke Rutan Salemba Malam Ini 

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 22:22 WIB
Umar Kei dihadapkan di depan wartawan saat polisi gelar kasus narkoba yang menjeratnya. Tokoh Pemuda Maluku itu pun meminta maaf karena mengonsumsi narkoba.
Umar Ohoitenan atau Umar Kei (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengeksekusi Umar Ohoitenan alias Umar Kei ke Rutan Salemba malam ini. Umar Kei dieksekusi terkait dengan vonis 10 bulan kasus kepemilikan senjata api.

"Malam ini proses eksekusi Umar Kei," kata Wakajati DKI Jakarta Sarjono Turin, kepada detikcom, Selasa (15/9/2020).

Umar Kei dieksekusi ke Rutan Salemba dari Rutan Polda Metro Jaya. Turin mengatakan proses eksekusi Umar Kei ke Rutan Salemba turut dihadiri sejumlah massa Umar Kei.

"Banyak simpatisan Umar Kei yang datang menunggu kedatangannya," ungkapnya.

Umar Kei Dieksekusi ke Rutan Salemba Malam IniUmar Kei Dieksekusi ke Rutan Salemba Malam Ini Foto: Dok. Istimewa

Diketahui, Umar Kei dijerat dalam 3 kasus. Pertama kasus narkotika, kedua terkait kepemilikan senjata api dan ketiga terkait dengan kasus penyelundupan narkotika ke Rutan Polda Metro Jaya.

Turin mengatakan kasus narkotika pertama Umar Kei dijatuhi vonis 1 tahun 6 bulan di tingkat pertama Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemudian jaksa banding dan putusan PT Jakarta menguatkan putusan tersebut.

Terkait putusan PT Jakarta, jaksa kembali mengajukan upaya kasasi, namun hingga kini belum ada putusan dari MA. Sementara itu terkait perkara kepemilikan senjata api, Umar Kei divonis 10 bulan dan telah berkekuatan hukum tetap.

Sementara kasus ketiga, terkait kasus penyeludupan narkoba ke Rutan masih dalam proses persidangan.

"Yang bersangkutan kan ada 3 perkara, satu perkara narkotika putusan PN 1,6 tahun penjara ditahan, status saat ini penahanan tahap kasasi, putusannya belum turun. Dua, perkara pemilikan senpi putusan PN 10 Bulan , inkrah. Ketiga Perkara narkotika lagi, masih proses persidangan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Umar ditangkap di sebuah hotel di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (12/8/2019). Dia ditangkap saat sedang bersama 3 temannya.

Polisi kemudian menggeledah kamar hotel tersebut. Didapati sebuah pouch berisi sabu dan alat-alat untuk mengisap sabu.

Polisi juga menemukan sepucuk senjata api jenis revolver dari Umar Kei. Polisi masih mendalami perizinan kepemilikan senjata api Umar Kei.

Kemudian pada Oktober 2019, Umar Kei ketahuan mencoba menyelundupkan narkoba jenis sabu ke Rutan Polda Metro Jaya (PMJ).

Pencobaan penyelundupan sabu itu terkuak dari penangkapan Muhammad Hasan. Kasubdit I Ditnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya menyebut Hasan sebagai kurir. Berdasarkan hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti sabu dengan berat 20,95 gram yang dimasukkan ke kaleng makanan.

"Pada hari Sabtu (28/9/2019) sekira pukul 19.00 WIB, Unit 1 Subdit I mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada seorang laki-laki yang akan membawa sabu ke Rutan PMJ," kata Fanani dalam keterangan tertulis, Minggu (6/10/2019).

(yld/mei)