Tinjau Razia Masker, Wakapolda Jabar Bicara Kebiasaan Orang Jepang

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 14:14 WIB
Wakapolda Jabar Brigjen Eddy Sumitro (Sachril Agustin Berutu/detikcom).
Foto: Wakapolda Jabar Brigjen Eddy Sumitro (Sachril Agustin Berutu/detikcom).
Bogor -

Wakapolda Jabar Brigjen Eddy Sumitro mengecek kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan COVID-19 di Cibinong, Kabupaten Bogor. Brigjen Eddy menjelaskan operasi masker ini adalah bentuk edukasi.

Pantauan detikcom, Selasa (15/9/2020), Satpol PP, polisi, dan TNI berada di Jalan Tegar Beriman, tepatnya di sekitaran Cibinong City Mal (CCM) untuk mencari orang-orang yang tidak memakai masker, dari sekitar pukul 09.30 WIB. Orang yang kedapatan tidak memakai masker, dibawa ke Unit Laka Satlantas Polres Bogor untuk diberi sanksi.

Sanksi yang diberikan pun beragam. Pelanggar protokol kesehatan ada yang membayar denda administratif, membersihkan fasilitas publik, atau push up. Sudah ada puluhan orang yang terjaring dari razia ini.

Wakapolda Jawa Barat Brigjen Eddy bersama Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo tiba di Unit Laka Polres Bogor sekitar pukul 10.58 WIB. Saat datang, mereka berdua disambut Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, dan Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Sukur Hermanto.

Brigjen Eddy pun menghampiri salah satu pelanggar yang tidak memakai masker. Dia memberi imbauan agar pelanggar ini selalu memakai masker di mana pun berada.

"Kalau kita lihat dari WHO itu, penggunaan masker itu 70 persen bisa mengurangi penularan COVID, penyebaran COVID. Jadi kita berupaya melihat mengedukasi masyarakat biar dia terbiasa pakai masker. Kalau kita lihat di Jepang, nggak ada COVID aja mereka pakai masker. Makanya Jepang begitu ada pandemi, cepat turun," kata Eddy.

Dia menambahkan masyarakat yang kedapatan melanggar protokol kesehatan COVID-19 diberi pilihan untuk membayar sanksi. Brigjen Eddy mengatakan razia masker adalah bentuk edukasi kepada masyarakat.

"Jadi kita TNI dan Polri ini mem-back up teman-teman dari Satpol PP untuk menegakkan Operasi Yustisi. Kegiatan ini sebenarnya untuk edukasi masyarakat, biar dia terbiasa memakai masker. Sanksi itu bukan jadi ukuran, itu untuk jadi pengingat. Tadi saya kasih saran ke Pak Wakil Bupati (Bogor, Iwan Setiawan), kalau (nggak) ada duit kasih pilihan. (Ada) sanksi sosial, dia pilih sanksi sosial, ya sudah," lanjutnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menambahkan razia masker akan setiap hari dilakukan selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Operasi Yustisi ini, lanjutnya, akan dilakukan di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.

"Kurang lebih 40 (orang terjaring razia masker). Tadi dengan Pak Kapolres, di 40 kecamatan (Kabupaten Bogor) kita akan mengadakan operasi ini, judulnya Operasi Yustisi. Dan kita Kabupaten Bogor juga dengan sejalan Pergub PSBB, (selama) 2 Minggu (dari) tanggal 10 (September) kemarin sampai 2 Minggu ke depan, itu akan rutin melakukan operasi-operasi masker dengan sanksinya yustisi," ujar Iwan.

(gbr/gbr)