8 Hari Terakhir, Pemkab Bogor Ungkap Ada 28 Keluarga Terinfeksi Corona

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 15:28 WIB
Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bogor, Syarifa Sofiah (Sachril Agustin/detikcom)
Foto: Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bogor, Syarifa Sofiah (Sachril Agustin/detikcom)
Kabupaten Bogor -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengungkap dalam 8 hari terakhir tercatat ada 28 keluarga yang positif terinfeksi COVID-19. Diduga banyak kasus tersebut karena keluarga tertular virus Corona di luar Bogor.

"Jadi kita di tanggal 6 September sampai 14 September itu sudah ada 28 klaster keluarga," kata juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bogor, Syarifa Sofiah, di kantor Bupati Bogor, Komplek Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (14/9/2020).

Syarifah tidak menjelaskan total kasus klaster keluarga di Kabupaten Bogor. Dia hanya mengatakan klaster keluarga menjadi penyumbang tertinggi kasus COVID-19 di Kabupaten Bogor.

"(Paling banyak kasus COVID-19) iya dari keluarga, ya. (Muncul klaster keluarga) iya (karena) banyak yang (bekerja) di luar Bogor," lanjutnya.

Dia menambahkan kasus klaster keluarga banyak terjadi di kecamatan Bojong Gede. Syarifah menjelaskan klaster keluarga muncul karena orang membawa virus Corona dan menulari keluarganya setelah bekerja atau beraktivitas di luar rumah.

"Begitu sampai rumah kan mungkin saja bawa virus. Makanya (mungkin COVID-19 terbawa) di pakaian atau di mananya. Makanya kan upaya-upaya protokol-protokol di rumah itu harus dilaksanakan. Harus ganti baju, sebelum dia mengadakan pertemuan dengan keluarga, misalnya seperti kontak dengan keluarga seperti itu lah," jelasnya.

Untuk mencegah penularan virus Corona, Syarifah mengatakan Pemkab Bogor akan lebih gencar mensosialisasikan protokol kesehatan COVID-19. Selain itu, test masif dan razia masker juga akan dilakukan.

(jbr/jbr)