Tak Pakai Masker, Sopir Angkot di Bogor Dihukum Push Up

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 13:36 WIB
Tak Pakai Masker, Sopir Angkot Bogor Dihukum Push Up
Tak Pakai Masker, Sopir Angkot di Bogor Dihukum Push Up (Foto: Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

Razia masker dilakukan di Cibinong, Kabupaten Bogor. Seorang sopir angkot pun kedapatan tidak memakai masker dan dihukum push up.

Pantauan detikcom, Selasa (15/9/2020), Satpol PP, polisi, dan TNI berada di Jalan Tegar Beriman, tepatnya di sekitar Cibinong City Mal (CCM) untuk merazia orang-orang yang tidak memakai masker sejak pukul pukul 09.30 WIB. Orang-orang yang kedapatan tidak memakai masker, dibawa ke Unit Laka Satlantas Polres Bogor untuk diberi sanksi.

Petugas Satpol PP pun mencatat identitas pelanggar yang tidak memakai masker. Mereka yang terjaring razia diberi hukuman.

Tak Pakai Masker, Sopir Angkot Bogor Dihukum Push UpTak Pakai Masker, Sopir Angkot Bogor Dihukum Push Up Foto: Sachril Agustin/detikcom

Sanksi yang diberikan pun beragam, yakni ada yang membayar denda administratif, membersihkan fasilitas publik, atau push up. Ada puluhan orang yang terjaring dari razia ini, di mana seorang sopir angkot, Asep Supendi ikut diberi sanksi karena tidak memakai masker.

Asep diberi hukuman push up. Dia pun menjalani hukuman 20 kali push up.

"(Saya dihukum karena) nggak pakai masker. Naik angkot, berhubung buru-buru, yasudah di sini dicegat saya," kata Asep Supendi.

Dia menjelaskan maskernya lupa di bawa karena habis dicuci. Asep mengungkapkan memilih dihukum push up karena tidak memiliki uang untuk membayar denda administratif sebesar Rp 100 ribu.

"(Penghasilan per hari) paling Rp 30 ribu. Lagi nggak punya duit, nariknya lagi sepi. Kalau nariknya ramai mah (bayar denda), sekarang nariknya sepi banget. Sekarang sudah repot. Alhamdulillah (sekarang juga bisa bawa uang) Rp 20 ribu pulang ke rumah," lanjutnya.

Asep mengaku baru pertama kali terjaring razia masker. Dia pun mengaku kapok. Tak ingin terulang terkena razia, sopir angkot ini mengatakan akan selalu memakai masker di mana pun berada.

Untuk pelanggar lainnya, ada yang memilih membayar denda administratif Rp 100 ribu. Sebagian lainnya, ada yang dihukum menyapu taman fasilitas publik. Sebelum menjalani hukuman, para pelanggar ini diberi masker oleh petugas.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan sekitar 40 orang terjaring dari razia masker ini. Iwan mengatakan operasi masker ini akan rutin dilakukan setiap harinya.

"Ya kita dapat arahan, 8 provinsi ini ada target untuk diturunkan dari zona merah ke zona hijau, atau oranye. Ini secara serentak di 8 provinsi ini kegiatan operasi. Dan kita Kabupaten Bogor juga dengan sejalan Pergub PSBB, (selama) 2 Minggu (dari) tanggal 10 (September) kemarin sampai 2 Minggu kedepan, itu akan rutin melakukan operasi-operasi masker dengan sanksinya yustisi," kata Iwan di Unit Laka Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (15/9/2020).

(ibh/ibh)