Pengurus RT Temukan 20 Peluru Rekoset yang Nyasar di Perumahan Bekasi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 13 Sep 2020 17:48 WIB
Bendahara RT 6/11 Jati Cempaka, Pondok Gede, Muhammad Nur Prayogi (Sachril-detik)
Bendahara RT 6/11 Jati Cempaka, Pondok Gede, Muhammad Nur Prayogi (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Warga perumahan di Pondok Gede, Kota Bekasi viral di media sosial karena menemukan peluru rekoset nyasar milik TNI AU. Pengurus RT setempat mengatakan total saat ini ada 20 peluru yang ditemukan warga di sekitar rumah.

"Yang sudah kita list datanya ada 19 peluru. Iya, (ada) tambahan lagi (satu peluru)," kata Bendahara RT 6/11 Jati Cempaka, Pondok Gede, Muhammad Nur Prayogi, di Perumahan Nirvana Regency, Pondok Gede, Kota Bekasi, Minggu (13/9/2020).

Berdasarkan data yang telah direkap sejak Sabtu (12/9) pukul 22.30 WIB sampai Minggu (13/9) pukul 12.22 WIB, Prayogi menjelaskan sebelumnya ada 19 peluru yang ditemukan, lalu siang tadi warga menemukan satu peluru lagi, sehingga total menjadi 20. Dia menjelaskan peluru ini menyasar ke enam RT.

"(Peluru ini menyasar ke) RT 3, RT 6, kemudian RT 4, RT 5, RT 8, (dan) RT 1," lanjutnya.

Prayogi mengatakan jumlah peluru ini belum final. Dia pun menjelaskan pengurus RT dan RW setempat telah menemui TNI AU untuk mediasi. Dari pertemuan tadi, lanjutnya, warga menyerahkan delapan peluru ke TNI AU.

"Delapan (peluru) yang sudah diserahkan. (Peluru nyasar itu mengarah ke) ada di rumah (warga di) lantai 2, ada yang kena torennya, atapnya, jendela. Jadi tersebar di rumah warga di masing-masing RT tadi," terangnya.

Sebelumnya, Kadispen AU Marsma Fajar Adriyanto menjelaskan itu bukanlah peluru nyasar. Peluru itu adalah peluru rekoset yang memantul ke rumah warga.

"Bukan peluru nyasar itu, nggak ada peluru nyasar," ujar Fajar saat dihubungi, Minggu (13/9).

Fajar menerangkan peluru yang masuk ke kompleks perumahan warga itu disebabkan memantul setelah ditembakkan atau rekoset terkena batu. Akibatnya, peluru keluar dari lokasi lapangan tembak yang dijadikan tempat latihan oleh Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU.

"Lapangan tembak itu sebetulnya sudah aman karena dikasih penghalang-penghalang yang tinggi. Tapi karena mungkin peluru itu kecepatannya tinggi, bisa saja dia kena batu, terus mantul atau rekoset namanya. Bisa saja terbang dia ke permukiman. Jadi bukan pelurunya nyasar ke sana, tidak, tapi pelurunya mantul atau rekoset," jelasnya.

Tonton juga 'Viral Video Peluru Nyasar ke Perumahan Warga di Bekasi':

[Gambas:Video 20detik]

(zap/zap)