TNI AU Pastikan Tak Ada Masalah dengan Warga Terkait Peluru Rekoset Nyasar

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Minggu, 13 Sep 2020 13:05 WIB
Salah Satu Perumahan Warga yang Terkena Peluru Rekoset Nyasar (Sachril-detikcom)
Foto: Salah Satu Peluru Rekoset Nyasar (Sachril-detikcom)
Jakarta -

TNI Angkatan Udara (AU) memastikan tidak ada masalah terkait peluru rekoset yang nyasar di sejumlah rumah warga Bekasi, Jawa Barat. TNI AU mengatakan warga juga sudah bertemu dengan Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU membicarakan masalah peluru rekoset ini.

"Yang jelas nggak ada apa-apa kok, mereka sangat-sangat kondusif, akrab antara Paskhas dan juga warga. Paskhas kan juga langsung ke sana setelah warga ngirim surat," ujar KadispenAU Marsma Fajar Andriyanto, saat dihubungi, Minggu (13/9/2020).

"Langsung diselesaikan hari Sabtu (12/9) kemarin, sudah sama Paskhas. Jadi warga sama Lanud Halim sudah saling pengertian," imbuhnya.

Fajar menjelaskan Paskhas juga sudah menggelar pertemuan dengan RT dan RW setempat. Dalam pertemuan itu dijelaskan mengenai keamanan di lapangan tembak dan penyebab peluru itu bisa masuk ke pemukiman warga.

"Tadi pagi sudah diadakan pertemuan dengan Pak RT dan Pak RW-nya tadi pagi. Memang menjelaskan semuanya, di lapangan tembak itu sebetulnya sudah aman karena dikasih penghalang-penghalang yang tinggi. Tapi karena mungkin peluru itu kecepatannya tinggi, bisa saja dia kena batu terus mantul atau rekoset namanya. Bisa saja terbang dia ke pemukiman. Jadi bukan pelurunya nyasar ke sana tidak, tapi pelurunya mantul atau rekoset," ucapnya.

Selain itu, Paskhas juga berjanji untuk mengganti kerusakan apabila ada kerusakan akibat peluru tersebut. Namun, saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan tersebut.

"Kemudian kalau ada kerusakan minta ganti rugi, sudah ditangani sama Paskhas. Kalau memang ada kerusakan silakan lapor, kami akan ganti rugi. Kami terbuka juga sama Pak RT-nya," kata Fajar.

Sebelumnya, Sebuah video yang disebutkan berada di perumahan warga di Bekasi Jawa Barat menampilkan penemuan peluru dan dinarasikan peluru tersebut berasal dari tempat latihan menembak di kawasan tersebut. Marsma Fajar Adriyanto mengatakan peluru yang masuk ke perumahan warga itu milik Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU.

(zap/dhn)