Menko PMK: Gubernur Harus Pandai Tangani COVID-19, Jangan Sampai Ekonomi Bermasalah

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 13 Sep 2020 11:31 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana.
Menko PMK Muhadjir Effendy (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menko PMK Muhadjir Effendy mengingatkan agar setiap kepala daerah harus pandai dan berhati-hati dalam menangani COVID-19 di wilayahnya. Menurutnya, jangan sampai sektor ekonomi bermasalah.

Hal itu diungkapkan Muhadjir saat menjadi narasumber seminar bertema 'Sinergitas Muhammadiyah dan Pemerintah Menghadapi Pandemi COVID-19' di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Sumut, Sabtu (12/9).

"Ekonomi ini harus ada rem dan gasnya, yang penting jangan rem mendadak dan jangan juga gas pol. Gubernur harus pandai-pandai, jangan sampai menangani COVID-19 tetapi ekonomi bermasalah," kata Muhadjir.

Dalam kesempatan ini, Muhadjir juga menyoroti kasus COVID-19 di wilayah Sumatera Utara yang mengalami kenaikan cukup tinggi. Muhadjir meminta semua unsur elemen mengawasi ketat penggunaan masker.

Diketahui, hingga 11 September 2020, jumlah positif COVID-19 di Sumut menembus angka 8.241 kasus, dengan total pasien sembuh sebanyak 4.959 dan meninggal 349.

"Yang paling mendesak adalah kampanye sadar memakai masker karena saya lihat di Sumut ini kesadaran penduduk memakai masker masih rendah, perlu ditingkatkan," ujarnya.

Sosialisasi tersebut oleh Menko PMK juga diikuti dengan aksi nyata bagi-bagi masker kepada masyarakat sekitar lingkungan kampus UMSU. Tidak kurang dari 40 ribu masker diberikan kepada UMSU untuk nantinya dibagikan kepada sivitas akademika UMSU serta masyarakat.

Pemerintah saat ini tengah berupaya membangun kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dimulai dari memakai masker. Setelah itu akan dilanjutkan dengan kampanye jaga jarak, cuci tangan, dan menghindari kerumunan.

"Itu bertahap, tapi pakai masker ini merupakan prasyarat dari protokol yang lain. Kita akan gencarkan terus kampanye pakai masker ini dan saya mohon dukungan semua pihak, termasuk Muhammadiyah dan pemerintah Sumut," ungkap Muhadjir.

Namun, di samping itu, menurutnya, pemerintah tengah berupaya menekan angka kematian atau fatalitas akibat COVID-19. Caranya dengan memberikan bantuan fasilitas alat kesehatan (alkes), seperti alat polymerase chain reaction (PCR) serta ventilator untuk beberapa RS yang menangani pasien COVID-19.

Tonton juga 'Bakal PSBB Total, #DukungPSBB Jadi Topik Populer di Twitter':

[Gambas:Video 20detik]

(eva/imk)