Relawan Vaksin Kena COVID-19, Apa Sinovac Masih Efektif Tangkal Corona?

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 16:10 WIB
BEIJING, CHINA - SEPTEMBER 05:  A booth displaying Chinas Sinovac Biotech Ltd. shows a COVID-19 vaccine candidate during the 2020 China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) at Beijing Olympic Park on September 5, 2020 in Beijing, China. As China recovers from the COVID-19 epidemic, about 2,000 Chinese and foreign enterprises will participate and showcase their newest technology in public health and digital technology in the China International Fair for Trade in Services.  (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)
Gambar ilustrasi (Getty Images/Lintao Zhang)
Jakarta -

Seorang relawan kena COVID-19 setelah menjalani uji vaksin Sinovac. Muncul pertanyaan, bagaimana efektivitas vaksin asal China itu dalam menangkal virus Corona?

"Uji klinis fase I dan fase II di China sudah dilakukan, efektivitasnya 99 persen," kata Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Unpad, Prof Kusnandi Rusmil, kepada detikcom, Sabtu (12/9/2020).

Di China, efektivitasnya 99 persen. Kini uji klinis di Indonesia memasuki fase III. Efektivitas Sinovac masih terus diuji. Hasilnya belum diketahui apakah benar-benar efektif menangkal SARS-CoV-2 atau tidak.

"Yang diuji di Indonesia adalah fase III. Nanti hasilnya kita ketahui setelah enam bulan," kata dia.

Sinovac tengah diuji ribuan orang, termasuk sekitar 2.000 orang di India dan 8.000 orang di Brasil. Pada akhirnya, hasil uji klinis akan diperbandingkan.

Sebelumnya diberitakan, seorang relawan di Bandung mendapat hasil tes positif COVID-19. Setelah menjalani suntikan uji vaksin, dia bepergian dari Bandung ke Semarang, barulah diketahui di kemudian hari dia kena COVID-19. Tidak diketahui apakah dia mendapat suntikan vaksin betulan atau plasebo alias obat kosong.

(dnu/idh)