Relawan Vaksin Sinovac Positif COVID-19, Tim Riset Jelaskan soal Plasebo

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 12:30 WIB
Ketua Tim Riset Vaksin dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Kusnandi Rusmil
Prof Kusnandi Rusmil (Yudha Maulana/detikHealth)
Jakarta -

Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 menjelaskan perihal seorang relawan vaksin Sinovac yang ternyata terjangkit COVID-19 setelah diberi vaksin. Tim menjelaskan tidak semua relawan mendapat vaksin betulan. Ada pula yang cuma mendapat plasebo atau obat kosong.

"Dalam uji klinis ini terdapat dua kelompok, ada yang mendapat plasebo dan ada yang mendapat vaksin," kata Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Unpad Prof Kusnandi Rusmil dalam keterangan pers, Sabtu (12/9/2020).

Meski begitu, tidak jelas betul apakah relawan tersebut mendapat plasebo atau vaksin betulan. Dia menjelaskan uji klinis dilakukan dengan tersamar. Seorang relawan tidak tahu apakah dirinya diberi vaksin Corona betulan atau hanya diberi plasebo.

"Uji klinis ini dilakukan dengan prinsip observer blind/tersamar, sehingga tidak diketahui mana yang dapat plasebo dan mana yang dapat vaksin," kata Kusnandi.

Karena relawan tidak tahu apakah dirinya mendapat vaksin betulan atau tidak, relawan diimbau tetap menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Bila saja relawan mendapat vaksin betulan, kekebalan akan muncul dua pekan setelah suntikan kedua.

"Pada yang mendapat vaksin, kekebalan diharapkan paling cepat dua minggu pascasuntikan kedua," kata dia.

Tonton video 'Tim Riset Sebut 70% Warga RI Harus Divaksin Corona, Kenapa?':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2