Aksi Warga di Sultra Protes Jalan Rusak: Jadi Tempat Mancing-Ngopi

Sitti Harlina - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 12:34 WIB
Aksi warga di Sultra protes jalan rusak dengan menjadikannya lokasi ngopi dan bercocok tanam
Aksi warga di Sultra memprotes jalan rusak dengan menjadikannya lokasi ngopi dan bercocok tanam. (Foto: dok. Istimewa)
Kendari -

Warga Desa Asao, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Utara (Sultra), punya cara tak biasa memprotes jalan rusak di wilayahnya yang tak kunjung diperbaiki. Warga setempat menjadikan jalan rusak dan berlubang itu sebagai lokasi untuk memancing hingga ngopi santai.

Aksi protes itu dilakukan mahasiswa asal Kecamatan Tongauna, yang foto-fotonya lalu viral. Dalam foto yang beredar, para mahasiswa itu tampak duduk bersantai di tengah jalan berlubang yang digenangi air kecokelatan sambil memegang gelas. Ada juga di antara mereka yang beraksi dengan bercocok tanam di jalan berlubang tersebut.

Ketua KNPI Kecamatan Tongauna Dwi Septiawan mengatakan aksi itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan karena jalan rusak di desa mereka belum juga diperbaiki. Ia bahkan menyebut jalan itu terakhir diaspal pada 2004.

"Kalau tidak salah, ini masih aspal pertama waktu periode Pak Razak, pada 2004," kata Dwi saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/9/2020).

Aksi warga di Sultra protes jalan rusak dengan menjadikannya lokasi ngopi dan bercocok tanamAksi warga di Sultra memprotes jalan rusak dengan menjadikannya lokasi ngopi dan bercocok tanam. (Foto: dok. Istimewa)

Jalan rusak itu, disebutnya, juga banyak memakan korban. Dwi berharap aksi protes itu mendapat perhatian dari pemerintah setempat dan segera memperbaiki jalan sepanjang 20 kilometer yang menghubungkan Kabupaten Konawe dengan Kolaka Utara itu.

"Ini kalau turun hujan, jadi kubangan. Sudah ada korban yang jatuh. Bawa motor juga mogok karena kemasukan air, sudah ada," tutur Dwi.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa dibantu. Kami juga paham tidak langsung selesai dan harus bertahap. Kami iri dengan jalan-jalan lain yang diperlebar, di-cutting. Ini tidak perlu, hanya kami minta tolong diperbaiki," lanjut dia.

Menurut Dwi, kerusakan di jalan itu sudah pernah ditinjau oleh DPRD Sultra dan DPRD Konawe. Namun, hingga kini, belum ada realisasi perbaikan jalan.

"Baru-baru ini ada peninjauan dengan DPRD provinsi dan kabupaten, bahkan ada tanya-jawab dengan warga Abuki," ujarnya.

Aksi sejumlah mahasiswa memprotes kerusakan jalan di Sultra itu menjadi viral. Dwi pun mengapresiasi aksi protes tak biasa para mahasiswa itu.

"Saya setuju dengan aksi yang dilakukan adik-adik kita itu," ucapnya.

Tonton video 'Waspadalah Pengendara! Jalan Raya Bojong Gede-Citayam Rusak Parah':

[Gambas:Video 20detik]



(azr/azr)