Negara Jadi-jadian

Ada Negara Pasundan Sebelum Heboh Paguyuban di Garut Ubah Garuda Pancasila

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 11:42 WIB
Suria Kartalegawa, pemimpin Negara Pasundan. (Wikimedia Commons)
Suria Kartalegawa, pendiri Negara Pasundan tempo dulu. (Wikimedia Commons)
Jakarta -

Belakangan ini muncul kehebohan soal komunitas bak 'negara jadi-jadian' di Garut karena mengubah lambang negara Garuda Pancasila serta mencetak uang, yakni Paguyuban Tunggal Rahayu. Jauh sebelum itu, ada Negara Pasundan yang pernah menguji kesatuan Indonesia.

Sementara Paguyuban Tunggal Rahayu diklaim punya 13 ribu anggota, Negara Pasundan mengklaim punya pengikut ratusan ribu orang. Sementara Paguyuban Tunggal Rahayu punya lambang sendiri, Negara Pasundan pada masa silam bahkan punya bendera sendiri.

Ini adalah cerita sejarah saat pihak kolonial Belanda mencoba membentuk negara boneka. Catatan ini dikutip detikcom dari buku 'Menuju Negara Kesatuan: Negara Pasundan' oleh Herlius Sjamsuddin, dkk, terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Pada 1949, negara Republik Indonesia Serikat (RIS) terbentuk sebagai kesepakatan Konferensi Meja Bundar (KMB) antara RI dan Belanda. Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda sekaligus Kepala NICA, HJ van Mook, adalah tokoh sentral yang membidani Negara Pasundan. Negara Pasundan hanya satu dari banyak bentuk pemecahan Indonesia.

"Tujuan Belanda adalah untuk menguasai kembali Indonesia. Caranya ialah memecah-mecah Indonesia dan mekanismenya ialah memerintah tidak langsung (indirect rule) melalui negara-negara federal (federal states) yang dibentuk Belanda," tulis Herlius Sjamsuddin, dkk.

Belanda memanfaatkan elemen-elemen ningrat lokal yang takut kehilangan kekuasaan dalam pemerintahan RI pimpinan Sukarno, juga memanfaatkan politikus yang tidak puas terhadap pemerintah. Unsur sentimen etnis, atau dalam bahasa sejak Orde Baru disebut sebagai SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) juga memainkan peran.

18 November 1946, bangsawan Sunda sekaligus mantan Bupati Garut bernama Suria Kartalegawa mendirikan Partai Rakyat Pasundan (PRP). Setahun kemudian, dia mengklaim punya anggota 250 ribu orang di seluruh Jawa Barat. Tujuannya jelas, menjadi Negara Pasundan yang merdeka lepas dari Indonesia maupun Kerajaan Belanda.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3