Round-Up

Ragam Suara Pro agar Anies Pakai Pembatasan Mikro

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 06:59 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan diterapkannya kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara total, Satgas COVID-19 meminta Anies lebih memberlakukan pembatasan berskala mikro. Kebijakan itu dinilai efektif menekan angka kasus positif Corona.

"Khusus daerah yang sedang menjalankan PSBB, termasuk DKI Jakarta, untuk daerah yang sudah pengendaliannya sudah lebih mikro daripada kota, maka kami harapkan kecamatan pun bisa juga melakukan pembatasan sosial berskala mikro, sehingga bisa betul-betul tempat yang memiliki penularan tinggi sesuai dengan data yang ada bisa dikendalikan dengan baik," kata juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers secara virtual melalui akun YouTube Setpres, Kamis (10/9/2020).

Wiku kembali ditanya tanggapannya apakah PSBB ketat di DKI adalah langkah tepat serta antisipasinya terhadap dampak ekonomi yang timbul. Wiku tak memungkiri bahwa keputusan tersebut akan berdampak pada ekonomi.

"Dalam PSBB, pembatasan utamanya adalah pembatasan aktivitas sosial-ekonomi. Dengan menjalankan ini, tentu dampak sosial-ekonomi dirasakan oleh masyarakat semuanya. Karena kondisi ini adalah kondisi pandemi di seluruh dunia dan daerah yang menerapkan PSBB tentunya, pembatasan aktivitas sosial-ekonomi ini memiliki dampak sosial-ekonomi," ujarnya.

"Kita melihat dari kenaikan kasus selama empat minggu terakhir, utamanya karena zona merah di kota-kota di DKI Jakarta, perlu dilakukan pembatasan yang lebih ketat," lanjut Wiku.

Dia pun kembali menyinggung agar pembatasan dilakukan berskala mikro. Dengan begitu, proses pengendalian bisa dilakukan serinci mungkin.

"Bahkan, kalau perlu, dilakukannya adalah pembatasan sosial berskala mikro karena informasi dan datanya bisa lebih spesifik untuk daerah-daerah tertentu dengan pencatatan yang lebih baik, sehingga penanganan kasus, termasuk testing, tracing, dan treatment-nya juga bisa dilakukan target pada daerah-daerah yang zona merah," ujarnya.

Wacana PSBB mikro (PSBM) pun mendapat respons positif dari Presiden Joko Widodo. Pernyataan Jokowi soal PSBM itu diutarakan dalam pertemuan bersama pimpinan redaksi media pada Kamis (10/9). Jokowi, kata juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menganggap PSBM akan lebih efektif dengan penerapan protokol kesehatan.

"Saya ikut mendampingi Presiden kemarin (Kamis, 10/9). Beliau menekankan, berdasarkan pengalaman empiris dan pendapat ahli sepanjang menangani pandemi COVID-19, pembatasan sosial berskala mikro/komunitas lebih efektif menerapkan disiplin protokol kesehatan," jelas Fadjorel, Jumat (11/9/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2