Ini Gambaran Pembatasan Sosial Skala Mikro yang Dinilai Jokowi Efektif

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 17:54 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan batuan modal kerja kepada para pedagang di Istana Merdeka, Jakarta. Total bantuan yang diberikan Rp 2,4 juta.
Presiden Jokowi (Foto: setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutip penjelasan pakar yang menyebut pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) saat ini lebih efektif menekan penularan Corona. Seperti apa gambarannya?

Saat ini, salah satu daerah yang menerapkan pembatasan sosial berskala mikro adalah Kota Bogor. Pemkot Bogor menamakannya pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK).

PSBMK Kota Bogor diberlakukan sejak 29 Agustus 2020. Berakhir pada hari ini, Wali Kota Bogor Bima Arya telah memperpanjangnya untuk 3 hari.

Pemkot Bogor menerapkan PSBMK ini setelah wilayahnya ditetapkan masuk zona merah atau risiko tinggi penularan COVID-19. Dikutip dari laman resmi Pemkot Bogor, kotabogor.go.id, Bima Arya mengatakan pemberlakuan PSBMK ini bekerja sama dengan komunitas. Jadi, RW-RW yang masuk zona merah dibatasi aktivitasnya atau semi-lockdown.

"Kita mempercepat evaluasi PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dengan memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas. Jadi, RW yang merah akan dibatasi aktivitasnya atau semi-lockdown RW-RW yang merah," kata Bima Arya didampingi Jajaran Forkompinda saat konferensi pers di teras Balai Kota Bogor, Jumat (28/8/2020).

Begini gambarannya, yang dilarang adalah nongkrong dan membuat kerumunan. Bima Arya menegaskan PSBMK bukan lockdown.

"Boleh beraktivitas kalau untuk kesehatan dan pangan. Jadi masih boleh bekerja tapi tidak boleh berkerumun atau nongkrong. Jadi bukan berarti lockdown total," jelasnya.

Saat PSBMK, Pemkot Bogor juga memberlakukan jam operasi bagi toko-toko, unit usaha, hingga pukul 18.00 WIB, dan juga jam malam aktivitas warga di luar hingga pukul 21.00 WIB.

Pemkot Bogor memberi sanksi toko yang melanggar jam operasional saat PSBMK. Ada denda bervariasi.

Setelah Gubernur DKI Anies Baswedan mengumumkan akan memberlakukan PSBB ketat seperti versi awal pandemi Corona, dia lalu menggelar rapat dengan kepala daerah Bodetabek. Bima Arya menegaskan bahwa Bogor akan tetap memberlakukan PSBMK.

"Jadi menurut saya kita jalankan konsep Bogor yang sekarang ini kita sebut PSBMK, pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas. Jadi fokusnya adalah pembatasan aktivitas warga. Jadi penguatan protokol kesehatan. Jadi tidak boleh berkumpul di atas jam 9 malam, pembatasan jam operasional di malam hari, memperkuat protokol kesehatan dengan melibatkan warga dan komunitas dan juga mengawasi secara ketat RW-RW merah di lapangan. Itu konsep kami. Kita arahnya tidak ke PSBB total," tegas Bima Arya saat dihubungi detikcom, Jumat (11/9).

Soal pembatasan sosial berskala mikro ini awalnya disinggung oleh Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito. Dia menyarankan DKI Jakarta memberlakukan hal itu.

Presiden Jokowi juga membahas hal ini saat bertemu dengan para pemred. Hal ini lalu ditegaskan oleh Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman.

"Saya ikut mendampingi Presiden kemarin (Kamis, 10/9), beliau menekankan, berdasarkan pengalaman empiris dan pendapat ahli sepanjang menangani pandemi COVID-19, pembatasan sosial berskala mikro/komunitas lebih efektif menerapkan disiplin protokol kesehatan," jelas Fadjorel, Jumat (11/9).

(imk/fjp)