Bima Arya: PSBB Total Tak Efektif, Konsekuensinya Sangat Besar

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 11:39 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Foto: Bima Arya (M. Sholihin).
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan kota yang dipimpinnya tak bakal menerapkan PSBB total seperti yang bakal dijalankan DKI Jakarta. Bima Arya menilai PSBB total tidak efektif.

"Kita sudah hitung dan belajar dari pengalaman juga, PSBB total itu tidak efektif karena membutuhkan konsekuensi yang sangat besar. Satu, personel harus cukup, ini kan mengawasi semua satu kota tidak mudah, Pol PP kita nggak sampai 200. Ini kan juga butuh logistik. Kemudian menjamin ekonomi warga bagaimana, warga nggak boleh bekerja terus bagaimana? Itu kan harus diintervensi lagi," jelas Bima Arya saat dihubungi detikcom, Jumat (11/9/2020).

Bima Arya menyebut Bogor bakal tetap menjalankan PSBMK. PSBMK, kata Bima Arya, terdiri dari beberapa kebijakan seperti pembatasan jam malam hingga pelibatan komunitas untuk mencegah Corona.

"Jadi menurut saya kita jalankan konsep Bogor yang sekarang ini kita sebut PSBMK, Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas. Jadi fokusnya adalah pembatasan aktivitas warga. Jadi penguatan protokol kesehatan. Jadi tidak boleh berkumpul di atas jam 9 malam, pembatasan jam operasional di malam hari, memperkuat protokol kesehatan dengan melibatkan warga dan komunitas dan juga mengawasi secara ketat RW-RW merah di lapangan. Itu konsep kami. Kita arahnya tidak ke PSBB total," tegas Bima Arya.

Soal rencana PSBB total DKI Jakarta, Bima Arya mengaku sudah menerima panduannya. Bima menyebut PSBB total Jakarta masih akan difinalisasi Anies Baswedan.

Bima menyebut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung penerapan PSBMK di Kota Bogor.

"Pak Gubernur Kang Emil mendukung apa yang sekarang diterapkan di Bogor, PSBMK, sudah pas," sebut Bima Arya.

Simak juga video 'Ramai Para Menteri Soroti Kebijakan PSBB Total Anies':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/gbr)