Bawaslu: Pengumuman Penetapan Paslon Pilkada Potensi Ada Kerumunan Lagi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 20:39 WIB
Pilkada Dompu.
Kerumunan terjadi saat salah satu bapaslon Pilkada Dompu mendaftar ke KPU. (Faruk/detikcom)
Jakarta -

Kemunculan kerumunan massa dalam tahapan Pilkada 2020 diprediksi tak hanya terjadi saat pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon). Bawaslu memprediksi kerumunan massa juga akan muncul dalam tahapan lainnya.

"Saya kira sebelum sampai pada tahapan kampanye, ada tahapan-tahapan yang juga krusial dan berpotensi ada kerumunan massa. Misalnya kan ini masih ada perbaikan, perpanjang, di 28 kabupaten/kota yang calon tunggal, ini juga akan potensi," kata Ketua Bawaslu, Abhan, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Dia menduga kemunculan massa kembali terjadi pada saat pengumuman penetapan pasangan calon pada 23 September nanti. Dia menilai, saat pengumuman itu, baik calon yang lolos maupun tak lolos, berpotensi membuat aksi.

"Setelah itu tanggal 23 September, pengumuman, tentu pengumuman ini juga berpotensi lagi ada kerumunan massa. Ada yang euforia, senang memenuhi syarat. Mungkin juga yang tidak memenuhi syarat juga ada aksi dan sebagainya," ujarnya.

Namun, menurut Abhan yang terpenting saat ini adalah koordinasi dan antisipasi kemunculan massa. Bawaslu, menurut Abhan, akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Satpol PP yang mempunyai kewenangan membubarkan massa.

Ketua Bawaslu AbhanKetua Bawaslu Abhan (Lisye Rahayu/detikcom)

"Yang penting adalah bagaimana kami harus melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga lain untuk bisa melakukan upaya pencegahan. Karena soal kerumunan massa ini saya kira ada wilayah-wilayah lembaga lain yang punya kewenangan juga untuk bisa mengantisipasi, menghalau, dan membubarkan kerumunan massa ini, terutama saya kira di polisi punya kewenangan itu, di Satpol PP juga punya kewenangan itu," imbuhnya.

Seperti diketahui, pada saat tahap pendaftaran bapaslon Pilkada 2020 tanggal 4-6 September lalu, muncul kerumunan di sejumlah daerah. Mendagri Tito Karnavian pun memberikan teguran kepada 72 kepala daerah.

Berikut ini jadwal tahapan penyelenggara Pilkada Serentak 2020:

1. Pengumuman pendaftaran pasangan calon: 28 Agustus-3 September 2020.
2. Pendaftaran pasangan calon: 4-6 September 2020.
3. Verifikasi syarat pencalonan: 4-6 September 2020.
4. Pengumuman dokumen Pasangan Calon dan dokumen Calon di laman KPU: 4-8 September 2020.
5. Pemeriksaan kesehatan: 4-11 September 2020.
6. Penyampaian hasil pemeriksaan kesehatan: 11-12 September 2020.
7. Pemberitahuan hasil verifikasi: 13-14 September 2020.
8. Penyerahan dokumen perbaikan syarat calon: 14-16 September 2020.
9. Verifikasi dokumen perbaikan: 16-22 September 2020.
10. Penetapan pasangan calon: 23 September 2020.
11. Pengundian dan pengumuman nomor urut: 24 September 2020.
12. Masa Kampanye: 26 September-5 Desember 2020.
13. Masa tenang: 6-8 Desember 2020.
14. Pemungutan dan penghitungan suara di TPS: 9 Desember 2020.
15. Pengumuman hasil penghitungan suara: 9-15 Desember 2020.
16. Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur: 16-20 Desember 2020.

Tonton juga 'Hal-hal Baru dalam Pilkada di Masa Pandemi Corona':

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/jbr)