NSS: Putri Tanjung, Deddy Corbuzier, Raditya Dika Bahas Karir-Konten YouTuber

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 19:29 WIB
Putri Tanjung Berbincang dengan Deddy Corbuzier dan Raditya Dika
Putri Tanjung Berbincang dengan Deddy Corbuzier dan Raditya Dika (Foto: Dok. YouTube CXO Media)
Jakarta -

Program Ngobrol Sore Semaunya (NSS) bersama Putri Tanjung kali ini memasuki episode keempat. Dalam episode kali ini, Putri berbincang seru dan inspiratif bersama Deddy Corbuzier dan Raditya Dika.

Perbincangan dengan Deddy Corbuzier dan Raditya Dika ini ditayangkan melalui akun YouTube CXO Media, Kamis (10/9/2020). Banyak hal dibicarakan, mulai dari program TTS, perjuangan selama berkarya, hingga oppini tentang konten YouTuber di Indonesia yang paling tidak disukai.


Deddy Senang Punya Acara Bareng Raditya Dika Lewat TTS

Perbincangan Putri, Deddy, dan Raditya diawali dengan pembahasan soal salah satu program CXO Media yakni TTS. Deddy Corbuzier mengakui senang dengan adanya program Putri Tanjung itu.

"Gue seneng sih ada acara itu, menyenangkan karena pertama bareng Radity, itu jujur, siapa sih yang nggak mau berdua sama Radit, karena mimpi gue itu punya acara berdua sama Radit," kata Deddy.

"Masa sih?," jawab Raditya.

Deddy pun mengakui kalau itu kejujurannya. Dia juga menyebut acara Putri Tanjung itu brilian.

"Bener bener ini gue serius, tapi masalahnya Radit itu bukan material TV, lohya bener dong jadi untuk punya mimpi itu sulit kan, tapi ternyata Putri satukan saya dengan Radit, lu brilian banget punya acara itu di CXO,"

"Terima kasih," jawab Putri Tanjung.


Perjuangan Memulai Karir

Perbincangan selanjutnya, Putri Tanjung menyinggung soal awal mula karir Deddy Corbuzier dan Raditya Dika. Deddy menyebut pertama berkarir sebagai seorang pesulap jalanan sementara Raditya Dika sebagai penulis buku pada tahun 2005.

"Di TV 98, di karir sebelumnya tahun 93, ngamen ngamen (sulap) di jalan, gue langsung tukang sulap," ucap Deddy.

"Kalau gue ya, gue inget tuh om Deddy pernah viral ininya, pokoknya inget semua orang harus memulai dari bawah itu, ada potongan iklan om Ded, pertama banget punya karir dalam konteks penulis buku April 2005, itu buku pertama gue terbit, cuma sebelumnya nulis-nulis di SMA gitu curhat curhat nggak jelas gitu," jawab Raditya.

Lalu Putri Tanjung menanyakan kapan Raditya memulai melakukan standup comedy. Dia juga menanyakan latar belakang Raditya terjun ke standup comedy.

"Lu mulai tertarik standup tahun?," tanya Putri.

"Tertarik standup itu karena tiap kali gue promo buku kan ngga ada yang nonton kan, orang nggak ada yang peduli, jadi gue mikir supaya lucu apa ya, iyaudah ngelawak aja berdiri terus yaudahlah standup comedy," timpal Radit.


Kerjaan yang Memalukan Selama Karir

Melanjutkan terkait karir Deddy dan Raditya, Putri Tanjung pun menanyakan soal kerjaan yang paling memalukan keduanya selama ini. Raditya bercerita soal dia pernah lakukan standup comedy di atas boks di sebuah GOR sementara Deddy pernah alami sabotase saat sedang pertunjukan sulap.

"Eh by the way ada nggak sih hal yang selama karir lo ini, kerjaan yang lo lakukan yang bikin lo malu atau berpikir gini banget sih cari duit, sampai lo mikir 'duh gue kok gini banget sih nyari duit'?," tanya Putri.

Lalu Raditya menyebut pernah melakukan standup di parkiran sebuah GOR di satu malam. Saat itu, dia berpikir hal tersebut dianggap tidak nyaman buat sebagian orang.

"Cuma gue pernah standup di parkiran waktu itu, di sebuah GOR di atas sebuah boks, malam malam itu, ada beberapa yang nonton lesehan gitu duduk jug apakai koran,itu momen gue merasa suatu saat gue nggak akan sampai kayak gini lagi, tapi menyesal sih enggak, hal yang buat sebagian orang nggak enak tapi buat gue enjoy aja," ucap Radit.

Sementara itu Deddy menjawab ada 2 hal yang memalukan selama berkarir. Pertama saat dia memberikan upah bekerjanya kepada nenek-nenek, dan kedua saat Deddy pertunjukan Deddy disabotase.

"Ada nenek-nenek minta minta kasian banget, gue kasih Rp 30 ribu, karena gue liat dia nggak bisa makan, gue kasih dia, gue pulang terus mikir 'gue tuh goblok banget', karena bus tadi Rp 2 ribu, jadi uang show pertama gue Rp 3 ribu perak, yang kedua adalah gue pernah show di dunia fantasi lagi setelah gue terkenal, dengan bayaran sudah di atas Rp 50 juta, tapi belum top banget, dibayar udah gila banget, (tapi) tidak ada yang nonton, jadi entah gimana menurut gue disabotase sama nggak tau lah, acara gue jadi jam 1 pagi dari tadinya jam 9," cerita Deddy.

"Pokoknya dunia fantasi sudah tutup, gue dikerjain aja waktu itu, abis gue dikerjain saat itu, penonton gue tinggal 7 orang di depan, gue ngamuk marah-marah, gue mau pulang, tapi manager gue bilang 'nggak lo harus show, itu 7 orang adalah orang yang nungguin lo dari jam 9', dan lo bayangin gue show full total 1 jam di depan 7 orang," lanjut Deddy.


Rahasia Transformasi Karir di Waktu yang Tepat

Masih membahas karir, Putri Tanjung pun menanyakan kepada Deddy Corbuzier terkait pekerjaannya yang bertransformasi dari pesulap, host TV, hingga YouTuber podcast. Dia menyebut transformasi Deddy selalu di saat yang tepat.

"Waktu lo bertransformasi lo itu selalu tepat, maksudnya lo tiba-tiba membangun YouTube lo, podcast lo di waktu yang menurut gue tepat, dari pesulap lu jadi host TV di waktu yang tepat, itu apa rahasia lo dan bertransformasi yang bener gitu loh?," tanya Putri.

Deddy menjawab rahasianya dia selalu melihat luar negeri. "Kalau gue ngeliatnya skema gue adalah gue melihat luar negeri, jadi apa yang terjadi di luar negeri 5 tahun lalu itu akan jalan di sini," jawab Deddy.

Lalu Putri menanyakan hal ini ke Radit. Dia bertanya apakah Radit tipe yang cepat keluar dari comfort zone.

"Kalau gue selalu harus pindah kalau gue, gue canggung sama orang, kalau gue orangnya bosenan, bukan tips yang baik buat konten kreator yang lagi nonton atau pengen membuat sesuatu, kalau gue selama gue merasa cukup ya gue pindah aja menurut gue," jawab Raditya.


Konten YouTuber di Indonesia yang Paling Tak Disukai

Tak hanya karir, Putri Tanjung juga meminta opini Deddy Corbuzier dan Raditya Dika terkait konten YouTuber di Indonesia. Putri menanyakan 3 karakter konten kreator di YouTube yang paling tidak disukai keduanya.

"Gue mau tau dong 3 karakter orang di YouTube yang lo paling nggak suka, pokoknya gue males banget nih liatnya," tanya Putri.

"Kalau gue jujur, jujur ya kalau gue yaudah terserah aja orang mau ngapain, karena apapun koneskuensinya dia pasti terima, netizen juga udah pinter gitu, orang bisa liat mana yang iya mana yang tidak, garis mana yang harus dilanggar atau yang tidak, itu orang sudah tau gitu, cuma gue nggak suka kalau konten yang gue liat itu tidak tulus, tidak genuine gitu, apa yang diomongin beda sama niatnya dia, banyak tuh yang bilangnya A padahal niatnya B," jawab Raditya.

"Kalau karakter orang ya Put, ini jujur ya nggak gue aman amanin, kalau karakter orangnya gue nggak peduli, kontennya gue peduli, contoh yang gue tidak suka, konten settingan, prank, gue nggak suka, give away gue nggak suka, bukan nggak boleh ya, gue nggak suka," ucap Deddy.

"Lo pernah give away?," tanya Putri.

"Gue pernah (give away), cuma give away gue bagus, dengarkan give away gue saat itu ngasih laptop Rp 50-60 juta ke content creator yang bisa buktikan ke gue bahwa dia bisa buat sesuatu dari komputer tersebut," kata Deddy.

(maa/imk)