Satgas COVID-19 Sarankan DKI Berlakukan Pembatasan Berskala Mikro

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 17:39 WIB
Juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito (YouTube Setpres)
Foto: Juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito (YouTube Setpres)
Jakarta -

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menilai sudah seharusnya Pemprov DKI melakukan pembatasan yang lebih ketat karena kasus Corona makin naik. Dia menyarankan ada pembatasan sosial berskala mikro.

"Khusus daerah yang sedang menjalankan PSBB termasuk DKI Jakarta untuk daerah yang sudah pengendaliannya sudah lebih mikro daripada kota, maka kami harapkan kecamatan pun bisa juga melakukan pembatasan sosial berskala mikro, sehingga bisa betul-betul tempat yang memiliki penularan tinggi sesuai dengan data yang ada bisa dikendalikan dengan baik," kata Wiku saat konferensi pers secara virtual melalui akun YouTube Satpres, Kamis (10/9/2020).

Dalam sesi tanya jawab, Wiku kembali ditanya tanggapannya apakah PSBB ketat di DKI adalah langkah tepat serta antisipasinya terhadap dampak ekonomi yang timbul. Wiku tak memungkiri bahwa keputusan tersebut akan berdampak pada ekonomi.

"Dalam PSBB pembatasan utamanya adalah pembatasan aktivitas sosial ekonomi, dengan menjalankan ini tentu dampak sosial ekonomi dirasakan oleh masyarakat semuanya. Karena kondisi ini adalah kondisi pandemi di seluruh dunia dan daerah yang menerapkan PSBB tentunya, pembatasan aktivitas sosial ekonomi ini memiliki dampak sosial ekonomi," ujarnya.

"Kita melihat dari kenaikan kasus selama empat Minggu terakhir, utamanya karena zona merah di kota-kota di DKI Jakarta, perlu dilakukan pembatasan yang lebih ketat," lanjut Wiku.

Dia pun kembali menyinggung agar pembatasan dilakukan berskala mikro. Dengan begitu, proses pengendalian bisa dilakukan serinci mungkin.

"Bahkan kalau perlu dilakukannya adalah pembatasan sosial berskala mikro karena informasi dan datanya bisa lebih spesifik untuk daerah-daerah tertentu dengan pencatatan yang lebih baik, sehingga penanganan kasus termasuk testing, tracing, dan treatmennya juga bisa dilakukan target pada daerah-daerah yang zona merah," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2