Satgas Ungkap Data RS Corona di DKI: Masih Ada 1.100 Bed di Wisma Atlet

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 16:54 WIB
Sempat ramai menjadi pembicaraan di sosial media, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet penuh. Hal itu terlihat dengan nyala lampu yang mneyinari hampir keseluruh ruangnya.
Foto: RSD Wisma Atlet. (Rifkianto Nugroho/detikcom).
Jakarta -

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adi Sasmito merinci data terbaru mengenai kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI Jakarta. Dari 67 RS rujukan, 7 rumah sakit sudah penuh untuk ICU dan ruang isolasinya.

"Per 8 September, 7 dari 67 rumah sakit (RS) rujukan COVID ini, ICU dan ruang isolasinya penuh 100%," ujar Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (10/9/2020).

Dari 67 RS rujukan COVID itu, 46 di antaranya terisi di atas 60%. "Sedangkan 14 dari 67, yaitu 20,9%, terisi di bawah 60%," tambahnya.

Wiku juga mengungkap kapasitas di rumah sakit darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat ini masih ada 1.100 tempat tidur untuk pasien Corona.

"Perlu kami sampaikan rumah sakit darurat COVID Wisma Atlet juga memiliki kamar-kamar untuk perawatan, terutama pasien dengan kondisi sedang dan ringan. Jumlah kamar yang ada saat ini adalah 2.700 tempat tidur dan terisi 1.600. Jadi masih ada 1.100 untuk perawatan pasien dengan status sedang dan ringan," kata Wiku.

Tak hanya itu, fasilitas kesehatan di Wisma Atlet juga memiliki flat atau hunian semacam apartemen yang digunakan bagi pasien Corona yang melakukan isolasi mandiri. Flat ini bisa dipakai pasien Corona yang tak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Di fasilitas Kemayoran tersebut, pemerintah membuat flat isolasi mandiri dengan kapasitas total 4.800 kamar, yang terdiri dari 2 tower, yaitu tower 4 dan tower 5. Fasilitas ini digunakan dalam rangka untuk bisa menampung masyarakat yang menderita COVID, khususnya orang tanpa gejala (OTG) yang tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing," sebutnya.

"Untuk itu, perlu ada surat rekomendasi dari puskesmas atau kelurahan setempat sehingga bisa dirawat isolasi mandiri di flat isolasi mandiri Kemayoran," tambah Wiku.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan akan mengambil langkah PSBB secara total. Keputusan itu akan berlaku mulai 14 September.

"Dalam rapat gugus tugas tadi sore disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi, tapi kita harus melakukan PSBB sebagai mana masa awal dulu," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9).

Anies mengatakan, bila penularan virus Corona tak dapat direm, tempat tidur isolasi Corona diprediksi akan penuh pada 17 September nanti. Kapasitas ruang perawatan Corona semakin tipis akibat lonjakan kasus sejak PSBB mulai diperlonggar.

"Kita memasuki masa transisi dan apa yang terjadi? Secara bertahap, terutama di bulan Agustus, kita mulai menyaksikan peningkatan jumlah kasus. Persentase dari tempat tidur yang digunakan naik. Ambang batasnya 4.053," kata Anies.

"Bila situasi ini berjalan terus, tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki, bisa dibuat proyeksi 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh dan sesudah itu tidak mampu menampung pasien COVID lagi dan ini waktunya tinggal sebentar," sambungnya.

(elz/imk)