Mendagri Tito Ungkap 2 Sebab Massa Paslon Berkerumun Saat Pendaftaran Pilkada

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 17:33 WIB
Mendagri Tito Karnavian angkat bicara soal lockdown yang akhir-akhir ramai dibicarakan. Apalagi setelah beberapa daerah menerapkan local lockdown. Menurut Tito, bagaimana seharusnya kepala daerah bersikap dan mengambil kebijakan?
Mendagri Tito Karnavian (20detik)
Jakarta -

Pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) Pilkada 2020 dicederai oleh berkerumunnya massa pendukung di sejumlah daerah. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan dua kemungkinan penyebab massa tersebut berkerumun.

"Inilah yang perlu dilakukan evaluasi, kita melihat di tanggal 4-6 (September) terdapat sejumlah pelanggaran karena kerumunan massa baik dalam bentuk konvoi, arak-arakan, deklarasi terbuka," kata Tito dalam rapat bersama Komisi II di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

"Namun secara umum di KPUD sendiri relatif tertib saat pendaftaran. Nah di sini, dari evaluasi Kemendagri, ada 2 kemungkinan pengumpulan massa tersebut," sambungnya.

Kemungkinan penyebab pertama massa berkerumun, menurut Tito, adalah karena mereka ingin menunjukkan diri. Sedangkan kemungkinan kedua adalah massa tak tahu adanya aturan KPU yang melarang massa berkerumun.

"Pertama, memang sudah tahu ada PKPU nomor 10, tapi sengaja show off force, baik dikoordinir maupun tidak dikoordinir. Kedua, belum mengetahui aturan PKPU Nomor 10 Tahun 2020 sehingga masih berpikir pelaksanaan pilkada atau pendaftaran ini berpikir cara lama," ujarnya.