Keluarga Jelaskan Alasan Peserta MTQ Sumut Pilih Mundur Dibanding Buka Cadar

Ahmad Arfah - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 15:18 WIB
Abang Ipar Muyyassaroh, Abdul Rahman (Kanan)/Ahmad Arfah-detikcom
Foto: Abang Ipar Muyyassaroh, Abdul Rahman (Kanan)/Ahmad Arfah-detikcom
Medan -

Keluarga Muyyassaroh, peserta MTQ ke-37 Sumatera Utara (Sumut), yang memilih didiskualifikasi dibanding membuka cadar saat tampil buka suara. Abang ipar Muyyassaroh, Abdul Rahman, mengatakan adiknya itu sudah memakai cadar sejak lama dan tak pernah membuka cadar di muka umum.

"Keyakinan cadar dia itu bukan spontanitas dia laksanakan. Artinya apapun dunia yang ditawarkan sama dia dengan unsur membuka salah satu kebiasaan dia, baik itu cadarnya atau yang lainnya, maka dia lebih takut dengan yang membuat aturan, yaitu Allah SWT," kata Abdul Rahman, kepada wartawan di Medan, Kamis (10/9/2020).

"Demi Allah saya katakan, saya sebagai abang iparnya pun belum pernah sekalipun melihat wajahnya. Makanya beliau merasa berat untuk melepas itu," imbuhnya.

Pihak keluarga mengaku terkejut ketika Muyyassaroh diminta membuka cadar saat mengikuti MTQ Sumut di Tebing Tinggi. Muyyassaroh disebutnya sudah mengikuti MTQ sejak 2012 dan tidak pernah diminta untuk membuka cadar.

"Sejak 2012 ikut MTQ tetap menggunakan cadar," tuturnya.

Dia juga mengatakan Muyyassaroh tak diberitahu soal aturan harus membuka cadar saat tampil di MTQ Sumut. Aturan itu, katanya, baru diketahui saat adiknya sudah naik ke bilik untuk tampil.

"Kenapa aturan itu ada tapi tidak disampaikan? Saya juga ada di grup WA MTQ itu. 'Bapak, tidak ada aturan itu disampaikan kepada kami', kata official tim itu," jelasnya.

Sebelumnya, video saat Muyyassaroh diminta membuka cadar saat mengikuti MTQ viral di media sosial. Dalam video itu Muyyassaroh diminta membuka cadar dengan alasan merupakan aturan nasional.

"Peraturan nasional. Sudah diterapkan sejak tahun lalu di TSQ Pontianak," kata suara pria yang belakangan disebut sebagai dewan hakim.

Muyyassaroh yang menolak membuka cadar kemudian meninggalkan lokasi kegiatan. Panitia pelaksana yang menjelaskan kejadian mengatakan terjadi kesalahpahaman pada saat itu.

"Membuka cadar sebagai antisipasi kecurangan memang diterapkan di level nasional. Tetapi, di Sumut, kita sudah lakukan penyesuaian dengan ketentuan sebelum tampil kita periksa terlebih dahulu. Kejadian saat itu murni kesalahpahaman lantaran saat itu dewan hakim yang bertugas memang berasal dari pusat," ujar Ketua Panitia Pelaksana MTQ Palid Muda Harahap dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9).

Palid mengatakan Muyyassaroh sudah diminta untuk tampil ulang. Namun, yang bersangkutan menolak. Palid juga menegaskan pihaknya tidak melarang peserta MTQ Sumut menggunakan cadar karena sudah ada penyesuaian untuk MTQ ke-37 Sumut.

"Ini sebenarnya kenapa kita apakan (harus membuka cadar). Kadang ada anak-anak yang salah menggunakan cadar ini kan. Tampil di kabupaten bukan dia, tampil di provinsi bukan dia. Tampil pakai bercadar bukan dia, nama (pakai) nama dia. Jadi cadar ini baik, tapi jangan disalahgunakan," kata Palid.

"Yang bercadar itu kita tugaskanlah dewan hakim yang perempuan memeriksa yang bercadar di kamar tertutup. Kita sesuaikan wajahnya dengan pasfoto waktu mendaftar," sambungnya.

Tonton juga 'Klarifikasi Panitia MTQ ke-37 Sumut soal Lepas Cadar':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)