Kejagung Kembalikan Berkas Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra ke Polri

Wilda Nufus - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 17:27 WIB
Bareskrim Polri secara resmi menyerahkan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2020) malam. Ia pun kini resmi menjadi penghuni Rutan Salemba.
Djoko Tjandra mengenakan baju tahanan Bareskrim Polri. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan berkas perkara surat jalan palsu Djoko Tjandra ke Bareskrim Polri. Kejagung menyebut berkas tersebut belum lengkap atau belum P-21.

"Belum (P-21), masih diberi petunjuk," kata Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, Fadil Zumhana, melalui pesan singkat, Rabu (9/9/2020).

Namun Fadil tak menjelaskan lebih lanjut alasan berkas dinyatakan kurang lengkap. Fadil menyampaikan hal tersebut sudah masuk ranah substansi.

"Tidak mungkin saya beritahu substansi," kata Fadil.

Diketahui, Bareskrim Polri dan Kejagung melakukan koordinasi untuk gelar perkara tahap kedua terkait dengan surat jalan palsu terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra. Gelar perkara itu dilakukan hari ini di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung.

"Iya kita ekspose dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk koordinasi," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo melalui pesan singkat kepada wartawan.

Ferdy menyebut koordinasi ini terkait kelengkapan formil dan materiil berkas perkara tiga tersangka, yakni Djoko Tjandra dan pengacaranya, Anita Kolopaking, serta mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigren Prasetijo Utomo, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tonton video 'Undang KPK Gelar Perkara, Kejagung: Tak Ada Kaitan dengan Supervisi':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)